Yang Seremonial ya Tidak Saya Tulis

  • Share
Yang Seremonial ya Tidak Saya Tulis

Radartarakan.co.id – Korps Bhayangkara terus mendapatkan suplemen untuk memperbaiki kinerja. Salah satunya dari buku berjudul Berjuang di Sudut-Sudut Tak Terliput.

Buku yang ditulis Iqbal Aji Daryono itu membeberkan berbagai prestasi anggota polisi yang selama ini tidak tersorot, tertumpuk berbagai kelakuan negatif sejumlah personel lainnya. “Kebaikan itu tidak terekam karena gagal viral. Ini yang perlu diketahui,” jelas Iqbal kepada Jawa Pos kemarin (5/7).

Dia menuturkan, proses menulis buku tersebut membuatnya paham betapa berisikonya kerja polisi. “Misalnya di zona merah seperti Poso dan Gunung Bintang,” tuturnya.

Saat melakukan riset dan wawancara, Iqbal beberapa kali mengalami dilema. Di antaranya, prosedur mengharuskan dia menggunakan pelindung lengkap berupa helm dan rompi antipeluru.

Namun, bila mengikuti prosedur itu, dia justru bisa menjadi sasaran. “Karena menyedot perhatian dan dianggap sebagai aparat,” terangnya.

Dalam membuat buku itu, Iqbal memang ingin secara jujur merekam berbagai prestasi anggota polisi yang tak terliput. Namun, tidak berarti menulis kejadiannya setting-an. “Nah, saya juga menemui banyak kejadian setting-an dari polisi di daerah,” jelasnya.

Sebab, Iqbal justru dianggap sebagai peninjau dari Mabes Polri. Dia mengatakan, ada kejadian anggota di suatu daerah pura-pura melakukan sesuatu. Serta, terlihat sangat seremonial. “Yang seperti itu ya tidak saya tulis. Saya menulis yang benar-benar ada,” tuturnya.

Menurut dia, menulis buku soal polisi memang membutuhkan perjuangan. Apalagi, seperti dirinya, yang tidak memiliki tim. Riset, wawancara, pergi ke zona merah, dan menulis dilakukan sendirian. “Namun, saya terbantu dengan dukungan dari alumni Akademi Kepolisian angkatan 1996. Mereka yang benar-benar memudahkan perjuangan ini,” jelasnya.



#Yang #Seremonial #Tidak #Saya #Tulis

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.