Wisata Meningkat Pascalebaran, Ganjar Sebut Ekonomi Menggeliat

  • Share
Wisata Meningkat Pascalebaran, Ganjar Sebut Ekonomi Menggeliat

Radartarakan.co.id – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo memandang, ekonomi di sektor pariwisata pasca Hari Raya Idul Fitri 2022 mulai menggeliat. Hal itu tecermin saat meninjau Taman Wisata Balekambangan dan The Lawu Park, Tawangmangu, Karanganyar.

Melihat kondisi tersebut, Ganjar meminta kepada pengelola tempat wisata untuk mengontrol wahana dan protokol kesehatan pengunjung. Hal itu demi menjaga kesehatan warga.

“Ternyata di Tawangmangu sudah lumayan meningkat, tapi kalau ramai banget sih belum ya. Terima kasih dikontrol terus menerus,” kata Ganjar kepada wartawan, Rabu (4/5).

Ramainya antusiasme masyarakat dalam berekreasi, Ganjar meminta pada pengelola pariwisata setempat dapat menjaga protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat. “Kita nanti titip ya kepada pengelola untuk dikontrol protokol kesehatannya,” imbuhnya.

Ganjar mengatakan, jumlah wisatawan di Jateng akan terus meningkat dalam satu minggu ke depan. Dia pun berpesan kepada para wisatawan agar menghindari keramaian.

“Tetap jaga protokol kesehatan, tetap bersama kelompok di keluarganya, lalu kelihatannya ramai banget dan kapasitasnya tidak cukup, maka pindah dulu ke tempat lain jadi lebih enak,” tuturnya.

Di sisi lain, Ganjar mengaku senang karena ekonomi dari sektor pariwisata menggeliat. Menurutnya, banyak keluarga pergi piknik di masa libur lebaran ini.

“Tapi kita senang karena ekonominya menggeliat gitu ya. Dan liburan kurang lebih satu minggu itu membikin keluarga-keluarga membuat agenda untuk piknik dan ekonominya bergerak,” jelasnya.

Sebelumnya, Ganjar juga mengecek objek wisata Sakura Hills di Tawangmangu, Karanganyar. Dia mengingatkan pengelola untuk mempersiapkan area wisata di libur lebaran ini.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Romys Binekasri



#Wisata #Meningkat #Pascalebaran #Ganjar #Sebut #Ekonomi #Menggeliat

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.