Waspada Banjir Rob Meningkat di Pesisir Mulai 2030

  • Share
Waspada Banjir Rob Meningkat di Pesisir Mulai 2030

Radartarakan.co.id – Daerah pesisir, terutama pantai utara Jawa, mesti waspada memasuki dekade 2030-an. Berdasar penelitian, pada masa tersebut, bumi akan memasuki masa nodal bulan yang bakal meningkatkan pasang maksimum air laut.

Peneliti astronomi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaluddin mengungkapkan bahwa masa nodal bulan (lunar node period) terjadi dengan siklus setiap 18,6 tahun. Menurut dia, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pun sudah mengeluarkan peringatan peningkatan banjir pada kota-kota di pesisir (coastal cities) di Amerika Serikat yang akan dimulai 2030. Meski bukan fenomena baru, NASA memperingatkan bahwa paduan antara faktor goyangan bulan dan perubahan iklim bakal membuat dampak banjir rob meningkat.

Thomas menjelaskan, banjir rob terutama yang melanda pantura Jawa merupakan paduan dari berbagai faktor. Misalnya, pengaruh pasang tertinggi akibat gravitasi bulan, kenaikan muka air laut karena pemanasan global, gelombang laut karena tiupan angin kencang, dan penurunan muka tanah (land subsidence).

”Yang perlu kita waspadai adalah gabungan dari beberapa faktor di atas. Misalnya, pasang maksimum berbarengan dengan gelombang tinggi,” jelas Thomas kemarin (2/6). Menurut perhitungan para ahli, gabungan antara masa nodal bulan dan faktor pemanasan global bakal menyentuh puncaknya pada 2034.

Selain itu, faktor penurunan tanah perlu menjadi kewaspadaan. Data pengukuran dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) selama periode 2015–2020 menunjukkan, kota-kota besar di pantura Jawa mengalami tren penurunan tanah. Penurunan tanah tercepat terjadi di Kota Pekalongan dengan kecepatan 11 cm per tahun. Disusul DKI Jakarta dengan 8 cm per tahun, Kota Semarang 6 cm per tahun, serta Surabaya, Cirebon, dan Bandung yang mengalami penurunan rata-rata 4 cm per tahun.

”Faktor penurunan tanah ini menjadi faktor yang paling berpengaruh (meningkatkan dampak rob, Red) daripada faktor astronomi maupun faktor cuaca meteorologi,” kata Thomas. Kemudian, ada juga faktor kenaikan muka air laut karena pemanasan suhu bumi (global warming) yang mencairkan es di kutub.

Bagi Indonesia, kata Thomas, perlu mitigasi jangka menengah untuk mengantisipasi puncak nodal bulan pada 2034. Juga diperlukan mitigasi jangka panjang untuk mengantisipasi global warming dan penurunan tanah yang bakal meningkatkan frekuensi dan ketinggian banjir rob di kota-kota pantura.



#Waspada #Banjir #Rob #Meningkat #Pesisir #Mulai

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.