Tangani Virus PMK, Muhadjir: Vaksin Daerah Terpapar Diprioritaskan

  • Share
Lonjakan Luar Biasa di Pelabuhan Merak, Menko PMK Tenangkan Pemudik

Radartarakan.co.id – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta pengendalian penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak dipercepat. Dia berharap distribusi vaksin bisa segera dilakukan.

Muhadjir meminta agar percepatan distribusi vaksin mengutamakan daerah prioritas yang terkena wabah cukup parah. “Sebaiknya percepatan pengadaan vaksin harus segera dilakukan, sebagaimana pemerintah kita menangani covid-19, dan prioritaskan kepada daerah yang sudah terpapar PMK,” ungkap Muhadjir kepada wartawan, Rabu (22/6).

Tercatat per 18 Juni 2022 lalu, sebanyak 183.280 hewan ternak yang tersebar di 19 provinsi di Indonesia terinfeksi PMK. Adapun Provinsi Jatim menjadi yang terparah. Oleh karena itu penambahan vaksin dalam skala besar sangat diperlukan.

“Kita harus berburu vaksin, karena kita tidak bisa menunggu terlalu lama untuk mencegah penyebarannya,” jelasnya.

Sebagai informasi, pemerintah telah mempersiapkan pengadaan 3 juta dosis
vaksin PMK darurat. Pengadaan tahap pertama vaksin darurat sebanyak 800 ribu dosis dan tahap selanjutnya 2,2 juta dosis.

Sebagian vaksin tahap pertama telah tiba pada hari minggu 12 Juni 2022 lalu sebanyak 10.000 dosis dan telah dilakukan vaksinasi perdana pada 14 Juni 2022 lalu di dua peternakan sapi rakyat yang berlokasi di Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa-Timur.

Pengiriman vaksin berikutnya dari tahap pertama dengan total 800 ribu dosis tiba kembali di Indonesia pada Kamis 16 Juni 2022, melalui Bandara Soekarno-Hatta.

“Populasi sapi di Indonesia saat ini sekitar 18 juta ekor. Maka, untuk mengejar herd immunity, paling tidak 70 persen sapi dari populasi harus sudah divaksin,” imbuhnya.

Sementara itu, ungkap Muhadjir, para peternak yang merugi akibat penyebaran PMK harus didata agar mendapat kompensasi baik berupa bansos ataupun yang lain.

Hal tersebut lantaran dirinya khawatir kerugian peternak akibat PMK akan menambah angka kemiskinan ekstrem. Selain karena ternaknya mati, para peternak juga dirugikan karena tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk menangani PMK.

“Terutama para peternak kecil yang kehilangan ternaknya. Kalau sudah kemiskinan ekstrem, bukannya menanggulangi tapi malah menambah karena adanya PMK. Ini yang harus diwaspadai,” pungkasnya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Sabik Aji Taufan



#Tangani #Virus #PMK #Muhadjir #Vaksin #Daerah #Terpapar #Diprioritaskan

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *