Indeks

Sertu MA Kecewa dengan Mayor Beni Arjihans karena Belum Diizinkan Cuti

  • Share
Sertu MA Kecewa dengan Mayor Beni Arjihans karena Belum Diizinkan Cuti

Radartarakan.co.id – Motif penikaman yang menewaskan Kepala Rumah Sakit (Rumkit) Jenderal L.B. Moerdani, Mayor CKM dr Beni Arjihans, semakin terang. Pelaku penikaman, Sertu Muhammad Alkausar (MA), diduga kecewa karena korban tidak memberikan izin cuti.

Hal itu disampaikan Komandan Korem (Danrem) 174/Anim Ti Waningap (ATW) Brigjen TNI E. Reza Pahlevi seperti dilansir Cenderawasih Pos kemarin. Namun, Reza mengungkapkan bahwa Mayor Beni sebenarnya bukan menolak izin cuti MA. ’’Jadi, bukan tidak diizinkan. Tapi, belum diizinkan. Karena cuti itu kapan saja bisa diambil,” jelas jenderal bintang satu tersebut setelah memimpin upacara pelepasan jenazah di Bandara Mopah Merauke menuju Jakarta kemarin (6/7).

Danrem menjelaskan, cuti tersebut belum diberikan karena tenaga kesehatan di Rumkit Jenderal L.B. Moerdani sangat terbatas. Hanya 12 orang. Karena itu, cuti harus dilakukan secara bergantian.

Dia menerangkan, Sertu MA bertugas di Merauke sekira satu tahun. Dia telah berkeluarga dengan satu anak. Namun, tersangka baru aktif dinas kembali sekitar dua minggu lalu. Sebab, pada 16 Mei lalu, Sertu MA mengalami kecelakaan lalu lintas ketika pulang kantor menggunakan motor. ”Pelaku ini istirahat selama kurang lebih satu bulan setelah menjalani operasi pasang pen pada 3 Juni. Kemudian, istirahatkan lagi 14 hari,’’ katanya. ’’Lalu, dua minggu terakhir ini masuk kantor, kemudian mengajukan cuti. Karena itu, belum diizinkan karena sudah istirahat cukup lama,’’ jelasnya.

Sebagaimana diberitakan, Mayor CKM dr Beni Arjihans ditusuk Sertu MA Selasa lalu (5/7). Akibat tikaman tersebut, perwira TNI yang juga dokter ahli bedah itu tewas. Kapendam XVII Cenderawasih Letkol Kav Herman Taryaman mengatakan bahwa kejadian tersebut berawal saat korban melaksanakan apel pagi bersama seluruh personelnya sekitar pukul 08.00. Saat itu, Sertu MA terlambat. Dia tidak ikut apel. Beni lantas menghukum MA. Dia diperintah lari berkeliling. Diduga karena jengkel akibat dihukum lari, Sertu MA nekat menghabisi komandannya itu dengan pisau yang dia simpan di jok motor.

Danrem menegaskan, saat ini proses hukum terhadap tersangka tengah berjalan. Lima saksi dari Rumkit Jenderal L.B. Moerdani sudah dimintai keterangan.

Selain pemecatan, Sertu MA juga terancam hukuman berat. ”Karena ada upaya perencanaan yang dilakukan tersangka,” tuturnya. Danrem juga mengklarifikasi pernyataannya tentang pisau yang digunakan membunuh Mayor dr Beni. Dia menjelaskan, pisau yang digunakan bukan pisau dapur seperti yang dia sebutkan sebelumnya. ”Sepertinya sudah terencana karena dari hasil otopsi, ternyata pisau tersebut bukan seperti pisau biasa. Tidak ada bengkok sama sekali, tapi lurus dan nancap kurang lebih 23 cm. Jadi, bukan pisau dapur,” tegasnya.

Sementara itu, jenazah Mayor dr Beni Arjihans kemarin diterbangkan menuju Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda. Sebelum diterbangkan, dilakukan upacara pelepasan jenazah. Selain dihadiri ibu-ibu Persit Kartika Candra, pelepasan juga diikuti para dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Merauke.

Suasana haru mengiringi pemberangkatan jenazah. Istri almarhum, Nuardianna Ningsih, mendampingi jenazah sampai ke kampung halaman orang tua almarhum di Cimahi, Jawa Barat. ”Keputusan terakhir dibawa ke Cimahi, Jawa Barat, rumah orang tua almarhum,’’ jelasnya.

Danrem menyebutkan, almarhum Mayor CKM dr Beni Arjihans merupakan kepala Rumkit Jenderal L.B. Moerdani yang pertama. Rumkit yang berlokasi di Tanah Miring, Distrik Tanah Miring, Merauke, itu diresmikan oleh Presiden Joko Widodo sehari setelah membuka PON XX pada 2021.

Sementara itu, suasana haru meliputi rumah duka Mayor Beni di Jalan Kompleks Sriwijaya Raya, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Adik angkat korban, Rafael, mengatakan bahwa kepergian Beni merupakan duka mendalam bagi keluarga besar. Pasalnya, Beni sempat berjanji bakal mudik pada libur Lebaran Idul Adha. ”Beni yang tidak jadi mudik pada Idul Fitri berjanji pulang Idul Adha nanti, namun takdir berkata lain,’’ ucap Rafael kepada Radar Bandung kemarin (6/7). Dia mengatakan, semasa hidupnya Mayor Beni merupakan sosok pendiam, namun penuh rasa sayang terhadap keluarga.

Rencananya, Mayor Beni dimakamkan Taman Bahagia Gunung Bohong, Kota Cimahi, hari ini (7/7) pukul 09.00. ”Rencananya, setelah jenazah sampai rumah duka, kita akan adakan pengajian di rumah mendoakan beliau,” ucapnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : ulo/nat/kus/c6/oni



#Sertu #Kecewa #dengan #Mayor #Beni #Arjihans #karena #Belum #Diizinkan #Cuti

Sumber : www.jawapos.com

  • Share
Exit mobile version