Seleksi Beasiswa Kemenag, 1.200 Siswa Jalani Tes Wawancara

  • Share
Seleksi Beasiswa Kemenag, 1.200 Siswa Jalani Tes Wawancara

Radartarakan.co.id – Proses seleksi peserta Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) 2022 dari Kementerian Agama (Kemenag) telah memasuki tahap wawancara atau tes lisan. Tercatat ada 1.200 peserta mengikuti tes yang dilaksanakan secara daring, beberapa di antaranya adalah santri berkebutuhan khusus atau difable.

Para peserta seleksi adalah calon mahasantri yang lulus tes berbasis elektronik pada tahap pertama pada 12 Mei 2022. Seleksi wawancara daring dilaksanakan selama empat hari, 24-28 Mei 2022.

“Kemenag mulai menggelar seleksi tahap II, berupa tes wawancara para santri secara daring dengan para penguji,” kata Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Waryono Abdul Ghofur kepada wartawan, Kamis (26/5).

Waryono memaparkan, para penguji terdiri atas unsur akademisi, pembina dan praktisi kepesantrenan, serta kalangan profesional. Tes tahap kedua ini bertujuan menentukan level penguasaan calon mahasantri dalam membaca dan memahami kitab kuning, serta pemahaman terhadap wawasan kebangsaan. Ada tiga kitab yang diujikan, yaitu: Tafsir Jalalain, Bulughul Maram, dan Fathul Qarib.

“Selain itu, ada juga tes tambahan bagi santri yang mendaftar pada perguruan tinggi tertentu, seperti tes penguasaan hafalan Al-Quran dan Nazam Alfiyah Ibnu Malik. Ada juga tes wawasan dan peminatan akademik untuk pendaftar pada perguruan tinggi tertentu,” kata Waryono.

“Khusus Santri Difabel, tes kitab kuning dengan menggunakan kitab Ta’lim Muta’alim versi Braile. Sebab, santri difabel umumnya belum memiliki kitab versi braile untuk kitab Tafsir Jalalain, Bulughul Maram, Fathul Qarib,” imbuhnya.

Waryono mengatakan, sejak dua tahun terakhir, pihaknya telah mengoptimalkan mekanisme seleksi PBSB melalui sistem terbuka yang berbasis elektronik. Pergeseran sistem ke arah digitalisasi, menurutnya merupakan keniscayaan.

“Salah satu kelebihannya, peserta dapat menentukan lokasi ujian dengan mandiri. Peserta tes bisa menjalani tes lisan online di pesantren, di kediaman, atau di lokasi manapun. Terpenting, mereka menyiapkan perangkat dan koneksi yang stabil serta terhindar dari kebisingan atau suara yang dapat mengganggu pelaksanaan tes,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Subdit Pendidikan Pesantren Basnang Said menambahkan, total 6.169 peserta yang mengikuti seleksi tahap pertama. Dari jumlah itu, 1.200 peserta dinyatakan lolos untuk mengikuti seleksi wawancara.

“Tahun ini kami juga akan menerima calon mahasantri PBSB yang berasal dari pesantren difabel dan alhamdulillah ada beberapa peserta yang mendaftar dan mengikuti seleksi tahap dua. Ini sebagai bentuk kepedulian negara dalam memberikan hak dan kesempatan yang sama kepada semua warganya, termasuk anak-anak yang berkebutuhan khusus,” ungkap Basnang.

“Seleksi tahap II PBSB ini akan menentukan 600 calon mahasantri sesuai kuota yang disediakan,” tandasnya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Sabik Aji Taufan



#Seleksi #Beasiswa #Kemenag #Siswa #Jalani #Tes #Wawancara

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.