Perlu Komitmen Politik untuk Selamatkan Tanah demi Ketahanan Pangan

  • Share
Perlu Komitmen Politik untuk Selamatkan Tanah demi Ketahanan Pangan

Radartarakan.co.id – Situasi penanganan persebaran Covid-19 tengah dalam transisi dari pandemi menuju endemi. Meski demikian, ketidakpastian ekonomi global masih terus berlanjut. Seiring dengan meletusnya perang Rusia-Ukraina dan cuaca ekstrem di sebagian belahan dunia. Akibatnya, harga energi naik dan berpotensi menimbulkan krisis pangan.

Sejumlah negara memilih menutup ekspor bahan pangan demi menjaga stok pangan di dalam negerinya. Pemerintah India telah melarang ekspor gandum seiring gelombang panas yang melanda kawasan tersebut. Cuaca ekstrem tersebut membuat ratusan hektar tanaman gandum di tanah Hindustan itu gagal panen.

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan memastikan stok bahan pangan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Menurut dia, tak perlu mengimpor cabai dan bawang merah. Karena, produk petani lokal cukup untuk kebutuhan domestik.

“Keran impor bahan pangan harus diatur agar petani tidak merugi akibat harganya kalah saing dengan produk impor. Perlu ada perlindungan kepada petani-petani kita,” ujar Zulhas saat mengunjungi Kementerian Pertanian, Selasa (21/6).

Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Melli Nuraini Darsa menuturkan, pemanasan global menjadi isu sentral saat ini banyak diperbincangkan. Karena menyebabkan perubahan iklim, cuaca ekstrem, serta mengganggu produktivitas. Sayangnya, urgensi bahaya dari degradasi dan kepunahan tanah belum menjadi perhatian utama pemerintah ataupun pemangku kepentingan.

Data UN Food & Agriculture Organisation menunjukkan saat ini tanah telah terdegradasi sebesar 52 persen. Sedangkan, hasil riset Institut Pertanian Bogor (IPB) menunjukkan, bahwa 72 persen tanah pertanian di Indonesia sedang sakit lantaran kekurangan bahan organik. Akibat penggunaan pupuk kimia yang masih tinggi. Padahal, 95 persen makanan yang dikonsumsi masyarakat berasal dari tanah.

“Penipisan tanah akan berpengaruh pada penurunan nutrisi makanan yang dikonsumsi. Apalagi saat ini di Eropa sedang terjadi konflik (Rusia dan Ukraina) yang sedikit banyak telah memengaruhi pasokan dan harga gandum hingga ke Indonesia,” ungkap Melli kepada Jawa Pos.

Makanya, swasembada pangan sangat penting untuk diupayakan. Namun cita-cita itu enggan terjadi jika produksi tanaman menjadi tidak maksimal akibat kondisi tanah di Indonesia tidak subur. Menilik instrumen regulasi, Indonesia sebenarnya sudah memiliki perangkat hukum terkait kelestarian alam dan lingkungan.

Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 menganut prinsip pembangunan berwawasan lingkungan. Pemerintah juga sudah mengalokasikan anggaran untuk kegiatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Dari dasar konsitusi itu, lahir Undang-undang (UU) Konservasi Tanah Dan Air Nomor 37/2014, UU Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Nomor 41/2009, dan Peraturan Pemerintah Nomor 12/2012.

Ketiganya mengatur Indonesia sebagai negara agraris memastikan lahan pertanian pangan secara berkelanjutan. Sehingga dapat menjadi sumber pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Termasuk konservasi tanah dan air, serta perlindungan, dan pelestarian sumber daya. Juga pengelolaan kualitas lahan dan air, pemberian insentif untuk menjaga kesuburan tanah, serta larangan melakukan kegiatan yang mengurangi kesuburan tanah.

Sayangnya, alokasi anggaran maupun pemberian insentif bagi kegiatan pertanian atau petani pada umumnya belum berjalan dengan maksimal. Menurut Melli, komitmen politik Indonesia menghadapi urgensi kepunahan tanah perlu dipertajam melalui lima pendekatan. Yakni, perlu regulasi untuk mengurangi penggunaan bahan kimia di sektor pertanian, insentif, aturan penggunaan air tanah, regulasi yang punitif (tegas) dan preventif menjaga kelembaban tanah serta mencegah erosi.

“Ini semua karena erat kaitannya dengan ketahanan pangan dan ancaman kelaparan rakyat kita,“ pungkasnya.

 

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Agas Putra Hartanto



#Perlu #Komitmen #Politik #untuk #Selamatkan #Tanah #demi #Ketahanan #Pangan

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.