Perjalanan Mudik Bersama Anjing Peliharaan, Seperti Bawa Penumpang VIP

  • Share
Perjalanan Mudik Bersama Anjing Peliharaan, Seperti Bawa Penumpang VIP

Radartarakan.co.id – Di  area rehat Km 166 Majalengka, Jawa Barat, Laurens Dwi berbagi tugas dengan sang istri, Nita Novita. Masing-masing mengasuh dan mengajak para kesayangan berjalan-jalan sejenak.

Laurens mengajak Arrow. Nita mengasuh Coco, Seli, serta ketiga anaknya: Moli, Milo, dan Mio. Keenamnya adalah anjing peliharaan keluarga yang bermukim di Bandung, Jawa Barat, tersebut yang kali ini diajak mudik ke Jogjakarta.

Kebetulan, area rehat itu memiliki lahan rumput yang cukup luas. Arrow adalah anjing jenis golden retriever. Coco ras pudel, sedangkan Seli campuran ras pudel dan shih tzu.

Nita enggan menitipkan anjing-anjingnya ke pet shop. Dia masih tidak tega. ”Saya punya pengalaman menitipkan di pet shop. Begitu kami ambil dan bawa pulang ke rumah, anjing (Arrow) ini kok seperti trauma. Tidak seperti biasa, nggak lincah, kurang aktif, dan cenderung diam. Makan juga susah, nggak mau,” ungkapnya.

Perempuan asal Jogja itu sama sekali tidak merasa kerepotan mudik sembari membawa para guguk. Dia justru menikmati dan mudik terasa menyenangkan. Keenam peliharaannya menjadi teman di perjalanan agar tidak bosan. ”Anak-anak saya juga sudah kerja semua. Nggak mudik bareng lagi. Ya, anjing-anjing ini yang menemani,” katanya.

Berbeda halnya dengan Laurens. Dia merasa cukup kerepotan. Menurut dia, lebih gampang membawa anak daripada membawa anjing. ”Tapi ya, karena kami hobi, ya enjoy aja. Sekaligus bisa diajak main bareng ketika istirahat di rest area,” ujarnya.

Prajurit TNI Angkatan Udara itu menyatakan, membawa mobil dengan hewan peliharaan di dalamnya sama dengan membawa seorang penumpang VIP. Harus mengendarai mobil dengan halus dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi. Sebab, anjing sangat sensitif ketika berada di perjalanan. Mudah mabuk dan muntah.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran memprediksi bahwa tahun ini traffic masyarakat yang berlibur lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu. Itulah dampak dari pelonggaran mudik yang ditetapkan pemerintah.

”Kami memprediksi jumlahnya meningkat. Memang untuk sekarang reservasi belum bisa kami petakan. Tapi, melihat tren dan kondisinya, akan banyak traveler yang memesan hotel dan sebagainya on the spot,” ungkap Maulana saat dihubungi kemarin (27/4).

Menurut Maulana, pihaknya optimistis okupansi hotel bisa mulai kembali ke angka 60 persen atau perlahan menuju ke masa sebelum pandemi. ”Mobilitas akan berjalan baik dan itu berbanding lurus dengan tingkat kunjungan ke tempat wisata. Apalagi dengan kebijakan pemerintah yang telah melonggarkan syarat perjalanan dalam negeri,” jelasnya.

Dia mengakui, pada awal tahun seperti kuartal I 2022, okupansi hotel masih rendah karena memasuki masa low season dan kondisi itu lumrah terjadi pada hotel komersial. Namun, lanjut dia, sejak akhir tahun lalu tingkat okupansi berkejaran karena ada kelonggaran mobilitas, insentif belanja pemerintah, dan karantina mandiri. (han/agf/c14/ttg)



#Perjalanan #Mudik #Bersama #Anjing #Peliharaan #Seperti #Bawa #Penumpang #VIP

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *