Perbaikan Tanggul Jebol Lamban

  • Share
alexametrics

13 Perusahaan Belum Beroperasi, Ekspor-Impor Terhenti

Radartarakan.co.id – Dua di antara tiga tanggul yang jebol di pesisir utara Kota Semarang masih menganga. Upaya membenahi tanggul menemui banyak kendala, terutama tanggul di kawasan industri Lamicitra, Pelabuhan Tanjung Emas. Dari dua titik tanggul yang jebol di kawasan tersebut, baru satu yang dibenahi. Itu pun masih sebatas memasang terucuk bambu.

Ratusan karung pasir yang ditimbun belum mampu menutup tanggul jebol sepanjang hampir 20 meter tersebut. Pekerja yang dikerahkan terbatas sehingga merasa kelelahan.

Tim Jawa Pos Radar Semarang sempat mendatangi dua tanggul jebol di belakang pabrik Fujimatex dan Lamicitra dengan menumpang perahu nelayan. Tanggul jebol di Fujimatex sama sekali belum tertangani. Sejumlah pekerja masih menumpuk karung pasir di tanggul sebelahnya. Air laut mengalir deras melewati tanggul yang jebol sepanjang 10 meter tersebut. Praktis, kawasan pabrik Fujimatex masih terendam air laut.

Penanganan tanggul jebol tampaknya sangat lamban. Apalagi, tenaga kerja yang dikerahkan sangat terbatas. Kemarin (25/5) pagi ada delapan perahu nelayan yang dikerahkan untuk mengangkut kantong pasir. Sekali angkut 20–25 kantong pasir. Lama perjalanan ke lokasi tanggul jebol sekitar 20 menit. Namun, menjelang siang, tinggal tiga perahu nelayan yang beroperasi dengan jumlah pekerja sekitar 30 orang. Bahkan, sehari kemarin, setiap kapal hanya bolak-balik tiga kali. Sebab, sekitar pukul 14.00 gelombang laut mulai tinggi sehingga para pekerja tidak berani melaut.

’’Ombaknya tinggi, Mas. Air pasang mulai datang. Kami tidak berani. Risikonya tinggi,” kata Apip, nelayan yang dipekerjakan dalam penambalan tanggul jebol itu.

Sejumlah anggota TNI sempat membantu mengangkut karung pasir dari lokasi penurunan truk ke perahu di Tambaklorok. Namun, lagi-lagi terbatasnya anggota membuat mereka juga kelelahan. Apalagi, jarak dari tumpukan karung pasir ke perahu lumayan jauh.

Di tanggul jebol Lamicitra sepanjang 20 meter dengan kedalaman 4 meter, kemarin sudah terpasang bambu penyangga atau terucuk bambu. Di balik terucuk bambu juga sudah ditimbun karung pasir atau sandbag. Namun, jumlah karung pasir yang terpasang belum mampu menutup tanggul yang jebol. Apalagi, begitu datang ombak besar, banyak karung pasir yang nyungsep ke laut. Praktis, penambalan tanggul jebol di titik itu juga belum signifikan.

Salah seorang pekerja Suprapto menjelaskan, dirinya dan teman-temannya sesama nelayan dipekerjakan sejak Selasa (24/5) untuk memasang karung pasir. Namun, hingga kini belum ada kejelasan apakah mereka akan mendapatkan upah. ’’Awalnya ada delapan perahu yang mengangkut karung pasir. Masing-masing perahu membawa 20 hingga 25 sandbag sekali angkut. Kini, tinggal tiga perahu. Yang lima mundur. Sebab, kami hanya dikasih solar, nasi, dan air mineral,’’ keluhnya sambil memasang sandbag di tanggul Lamicitra.

Berbeda dengan fakta di lapangan, Kepala BBWS Pemali Juana M. Adek Rizaldi menegaskan, tiga titik tanggul yang jebol sudah ditangani dengan menggunakan alat berat dan sandbag sebanyak 1.000 karung. Dia mengatakan, tanggul di Lamicitra jebol sekitar 20 meter dan di Fujimatex sekitar 10 meter. ’’Dua lokasi itu sudah kita tangani,’’ katanya.

Dia mengakui, ada kendala akses menuju lokasi. Sebab, pengangkutan karung pasir harus menggunakan perahu nelayan. ’’Idealnya, kalau bisa masuk kawasan industri, pengangkutan karung pasir bisa lebih cepat. Ternyata di kawasan itu kan tinggi air masih sedada orang dewasa. Ya, tidak bisa, sehingga kita menggunakan akses dari laut. Kita muter, baru bisa ke lokasi itu,” jelasnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menerangkan, perbaikan tanggul saat ini terus dikebut dengan menggunakan sandbag atau karung pasir. Laporan yang diterima Hendi, sapaannya, perbaikan tanggul di Lamicitra dilakukan dari dua sisi. Sebanyak 3.600 sandbag dibawa dengan tongkang, truk besar. ’’Saat ini terus berproses. Mudah-mudahan selesai hari ini (kemarin, Red) atau besok (hari ini, Red),’’ katanya.

Perusahaan Terdampak

Sebanyak 13 pabrik di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, terdampak banjir. Sembilan di antaranya berada di kawasan Lamicitra yang terdampak rob paling parah. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng Arif Sambodo mengatakan, pengoperasian sembilan perusahaan tersebut terpaksa berhenti total lantaran kondisi yang tidak memungkinkan. Pihak perusahaan juga masih mengidentifikasi kerusakan yang dialami, khususnya pada alat produksi.

’’Di sana ada industri pakaian jadi, kacamata, alas kaki, dan mesin-mesin pertanian,” ujar Arif kepada Jawa Pos Radar Semarang. Pihaknya mencatat, lebih dari 10.000 karyawan di sembilan perusahaan tersebut masih diliburkan. Bila identifikasi usai, perbaikan tuntas, kondisi membaik, dan akses menuju lokasi telah terbuka, para karyawan dapat dipekerjakan kembali.

Selain itu, lanjut dia, terdapat empat perusahaan di luar kawasan Lamicitra yang ikut terkena luapan air rob. Sebanyak 1.216 pegawai juga dipulangkan saat peristiwa terjadi. Namun, hari ini sekitar 45 persen kegiatan industri di luar Lamicitra telah beroperasi.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng Dedi Mulyadi membenarkan kondisi tersebut. Akibat rob, mesin hingga bahan baku industri terendam, produksi terhambat, dan jadwal pengiriman tertunda. Terlebih, aktivitas impor dan ekspor secara menyeluruh ikut terhenti. ’’Padahal, sektor perekonomian kita baru mau bangkit pascapandemi,” ujar Dedi.

Dia mengimbau pelaku industri segera menghitung kerugian dan mengklaim asuransi alat produksi bila diperlukan. Aktivitas industri diperkirakan baru pulih sepenuhnya dalam waktu 1–2 minggu.

Banjir Pesisir

Banjir pesisir diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir untuk periode 26 Mei 2022 (hari ini).

Banjir pesisir di utara Jawa Tengah masih berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Baik dari sisi transportasi maupun kegiatan bongkar muat di pelabuhan. Banjir tersebut rata-rata berlangsung pukul 14.00–18.00 WIB.

Data Pushidros TNI-AL juga menunjukkan bahwa pasang tertinggi mencapai 1 meter pada pukul 15.00–17.00 WIB. Sementara itu, tinggi gelombang laut berkisar 1,25 meter–2,5 meter yang umumnya melanda Laut Jawa bagian tengah dan perairan Karimun Jawa.

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini telah menginstruksikan jajarannya untuk merespons cepat penanganan banjir rob di Semarang dan sekitarnya. Dia meminta segera dilakukan upaya tanggap darurat. Hal itu ditindaklanjuti dengan menurunkan Tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) ke lokasi bencana.

Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Tagana telah melakukan upaya tanggap darurat. Mulai evakuasi korban, penyaluran bantuan logistik, pendirian dapur umum, hingga identifikasi dan pendataan korban. ”Saat ini kami fokus ke pengelolaan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan pokok,’’ ujar Ginarto, personel Tagana Kota Semarang.

Untuk mencukupi kebutuhan para penyintas, Kemensos mendirikan 2 dapur umum induk dan 6 dapur umum mandiri. Dapur umum induk didirikan di Kecamatan Semarang Timur dan perbatasan Semarang–Demak. ”Di perbatasan, dalam sehari kami produksi 6 ribu bungkus makanan siap saji. Untuk Kecamatan Semarang Timur, sehari 1.500 bungkus,’’ ungkapnya.

Kemensos melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung dan Sentra Terpadu Prof Dr Soeharso Surakarta juga menyalurkan bantuan logistik kepada para penyintas bencana di kawasan itu. Di Kota Semarang, bantuan yang diberikan berupa 900 lembar selimut, 580 paket sandang bayi, 438 paket popok bayi, 1.200 paket sandang dewasa, 27 paket foodware, 7 paket perlengkapan dapur keluarga, 430 paket kidswear, dan 28 paket family kit. Kemudian, ada 2.900 paket makanan siap saji, 2.290 paket makanan anak, dan 1.980 paket lauk-pauk siap saji.

Untuk Kabupaten Demak, bantuan logistik yang diberikan berupa 400 selimut, 600 paket sandang bayi, 438 paket popok bayi, 400 paket sandang dewasa, 100 paket foodware, 10 paket perlengkapan dapur keluarga, dan 12 paket kidswear.

Bantuan lain juga telah disalurkan. Yakni, berupa 1.250 paket makanan siap saji, 1.620 paket makanan anak, 1.920 paket lauk-pauk siap saji, 8 dus air minum kemasan, 100 dus mi instan, dan belanja lokal untuk dapur umum dinsos di Puskesmas Sayung berupa 500 kg telur.



#Perbaikan #Tanggul #Jebol #Lamban

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.