Pengacara Adam Deni Tak Digubris Saat Tanyakan Hal Ini ke Kejaksaan

  • Share
Pengacara Adam Deni Tak Digubris Saat Tanyakan Hal Ini ke Kejaksaan

Radartarakan.co.id – Herwanto, kuasa hukum Adam Deni sempat bertanya ke kejaksaan setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut kliennya sangat berat 8 tahun penjara. Dia bertanya sejak UU ITE diundangkan, apakah ada terdakwa lain yang dituntut hingga 8 tahun penjara.

“Sampai sekarang kejaksaan tidak berani menjawab,” kata Herwanto di PN Jakarta Utara, Selasa (28/6) kemarin.

Berdasarkan hasil penelusurannya, sejak UU ITE diundangkan sampai saat ini belum pernah ada terdakwa dituntut hingga 8 penjara. Tak hanya itu, Herwanto juga menyebut belum pernah ada terdakwa yang dijatuhi vonis hingga 4 penjara atas kasus pelanggaran UU ITE.

“Ini baru satu satunya orang yang dituntut 8 tahun dan diputus 4 tahun, ini satu satunya, belum ada lho yang melanggar UU ITE dihukum sampai 4 tahun,” jelasnya lebih lanjut.

Bagi Adam Deni dan kuasa hukumnya,vonis 4 tahun tidak sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan. Mereka meyakini posting-an yang dipersoalkan untuk mengungkap kasus pelanggaran hukum guna membantu aparat penegak hukum menangani sekaligus membongkarnya.

“Apalagi yang ditransmisikan Adam Deni itu tidak ada satu pun yang hoaks. Pada saat dia melakukan pembelaan secara lisan, dia sebutkan semua prestasi prestasi dia ada berapa banyak prestasi dia sampai dia mengatakan tidak ada satupun hoaks,” paparnya.

Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memvonis terdakwa Adam Deni Gearaka dan Ni Made terkait kasus pelanggaran UU ITE buntut dari penyebaran dokumen elektronik milik politisi Partai Nasdem Ahmad Sahroni. Keduanya dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 5 bulan kurungan.

Majelis hakim dalam putusannya menyatakan Adam Deni dan Ni Made secara sah dan meyakinkan telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana, turut serta melakukan tindak pidana dengan melakukan transmisi suatu dokumen elektronik milik orang lain sehingga menjadi dapat diakses oleh publik.

Majelis hakim dalam putusannya menilai kedua terdakwa melanggar Pasal 48 aayat 3 jo Pasal 32 Ayat 3 UU RI No 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.



#Pengacara #Adam #Deni #Tak #Digubris #Saat #Tanyakan #Hal #Ini #Kejaksaan

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *