Pemerintah dan Peternak Gencarkan Vaksinasi hingga Ramuan Herbal

  • Share
Pemerintah dan Peternak Gencarkan Vaksinasi hingga Ramuan Herbal

Radartarakan.co.id – Para peternak mencoba berbagai cara untuk menyembuhkan sapi yang terserang penyakit mulut dan kuku (PMK). Selain memberi vaksin, ada pula yang mencoba cara tradisional. Yakni, memberikan ramuan herbal.

Di Desa Tukum, Lumajang, Jawa Timur, beberapa peternak mengklaim berhasil menyembuhkan ternaknya berkat ramuan herbal yang mereka racik sendiri. Para peternak itu menyebut ramuan herbal itu sebagai resep turunan nenek moyang.

Arif, peternak di Desa Tukum, termasuk salah seorang yang berhasil menyembuhkan ternaknya dengan menggunakan ramuan herbal. Dia kini disibukkan dengan kegiatan mengolah ramuan herbal tersebut. Bahan-bahan alami yang digunakan mulai akar, batang, hingga daun.

Namun, tidak dijelaskan jenis tanaman apa yang digunakan. Arif hanya menyatakan, bahannya mudah didapat. Yang agak lama hanya proses fermentasinya. Kurang lebih sekitar tiga pekan. Proses fermentasi itu akan menghasilkan cairan berwarna bening. Setelah ramuan herbal itu siap, lantas diminumkan atau disemprot pada bagian kaki sapi.

Arif mengatakan, semula tak banyak orang yang percaya dengan khasiat ramuan itu. Namun, ketika seorang peternak mencoba ramuan tersebut dan sapinya sembuh, barulah banyak yang percaya. Menurut Arif, lama penyembuhan tidak pasti. Bergantung kondisi hewan ternak. Ada yang sembuh hanya dalam hitungan jam, tapi ada juga yang butuh beberapa hari. ”Alhamdulillah, sekarang sudah banyak sapi yang bisa disembuhkan,” ucap Arif kepada Jawa Pos Radar Semeru.

Dari Jawa Tengah, Kabupaten Boyolali menerima 400 dosis vaksin ternak dari Kementerian Pertanian (Kementan). Jumlah tersebut sangat jauh dari angka yang diusulkan, yakni 138.569 dosis. Vaksin itu akan diprioritaskan untuk sapi perah betina di daerah perbatasan dengan zona merah. Sebelum vaksinasi, dinas peternakan dan perikanan (disnakan) akan memberikan pembekalan kepada vaksinator.

Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Disnakan Boyolali Afiany Rifdania mengatakan, pihaknya akan mengambil jatah vaksin tersebut ke Disnakkeswan Jateng hari ini (24/6).

Kepala Disnakan Boyolali Lusia Dyah Suciati mengungkapkan, vaksin ternak tahap pertama secara nasional mulai diterima. Namun, jumlahnya masih terbatas lantaran impor dari luar negeri. Vaksin tahap pertama sebanyak 3.010.000 dosis. Terdiri atas 3 juta dosis dari Kementan dan 10 ribu dosis bantuan dari Food and Agriculture Organization (FAO).

Vaksinasi ternak tahap pertama akan dilakukan dalam tiga kali dropping. Pertama, turun 10 ribu dari FAO. Kedua, 800 ribu dosis. Ketiga, 22 ribu dosis. Dropping vaksin berdasar pada kondisi terkini populasi sapi dan wabah PMK. Lusia memilih mengikuti tahapan dan arahan Kementan. Sebab, pemkab tidak diizinkan untuk melakukan pengadaan vaksin secara mandiri.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : mg3/fid/rgl/adi/din/ton/nra/zal/c9/c7/oni



#Pemerintah #dan #Peternak #Gencarkan #Vaksinasi #hingga #Ramuan #Herbal

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *