Melanggar Ketentuan, Koper CJH Indonesia Dibongkar Petugas Saudi

  • Share
Kemenag Berangkatkan 325 Petugas Haji ke Arab Saudi

Radartarakan.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) mengingatkan calon jemaah haji (CJH) untuk mematuhi ketentuan koper. Sampai hari kelima pemberangkatan jemaah haji, ditemukan banyak koper yang tidak memenuhi ketentuan. Akibatnya, koper dibongkar paksa oleh petugas di bandara embarkasi.

Staf Khusus Menag Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo menyatakan, selama proses keberangkatan, ada beberapa koper CJH yang harus dibongkar. ”Salah satunya karena membawa barang yang tidak sesuai dengan ketentuan,” katanya di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta kemarin (8/6).

Dia menyampaikan, Kemenag terus mengingatkan CJH untuk mematuhi ketentuan koper. Baik itu soal berat maksimal maupun isi yang diperbolehkan untuk dibawa.

Wibowo menekankan, kepatuhan CJH terhadap aturan koper sangat penting. Tujuannya, koper tidak dibongkar dan jadwal penerbangan pesawat tidak terganggu karena petugas memerlukan waktu untuk membongkar koper jemaah. ”Agar koper tidak dibongkar lagi saat di bandara, kami minta jemaah memperhatikan dan mematuhi ketentuan barang bawaan,” tuturnya.

Salah satu ketentuan koper adalah berat. Kemenag sudah mengeluarkan surat edaran yang menyebutkan berat tas bagasi tercatat CJH maksimal 32 kilogram. Aturan itu dikecualikan untuk CJH embarkasi Surabaya yang bagasinya hanya bisa diisi maksimal 28 kilogram. Tas tenteng dapat diisi barang maksimal 7 kilogram.

Ketentuan isi koper, tas tenteng, dan tas paspor sama dengan penerbangan umumnya. Misalnya, tidak boleh membawa barang mudah terbakar dan meledak. Lalu, dilarang membawa senjata tajam, gas, aerosol, serta cairan melebihi 100 mg, kecuali obat-obatan. Kemudian, benda tajam seperti gunting, potong kuku, alat pencukur, dan lainnya harus dimasukkan ke tas bagasi tercatat.

”Bukan dalam tas tenteng,” kata Wibowo. Ada kasus saat tas tenteng jemaah harus dibongkar karena ada barang yang tidak memenuhi ketentuan.

Sementara itu, CJH dari kloter 8 embarkasi Pondok Gede Jakarta kemarin merasakan fasilitas jalur cepat atau fast track di Bandara Soekarno-Hatta. Layanan jalur cepat ini disiapkan pemerintah Saudi. Dengan layanan tersebut, proses keimigrasian Saudi digeser ke Cengkareng. Saat mendarat di Madinah, CJH bisa langsung melenggang ke luar bandara.

”Fasilitas fast track ini akan diterapkan untuk jemaah embarkasi Pondok Gede Jakarta dan Bekasi,” jelas Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Saiful Mujab. Teknisnya, layanan keimigrasian dan pengecekan visa kedatangan oleh Saudi dilakukan di Indonesia.

Fasilitas itu bakal diterapkan kepada 29.126 CJH atau setara dengan 31 persen kuota haji reguler. Perinciannya, 29 kloter embarkasi Pondok Gede dan 44 kloter embarkasi Bekasi. Dengan layanan tersebut, proses jemaah turun dari pesawat hingga keluar bandara di Madinah memakan waktu sekitar 30 menit sampai 1 jam. Jauh lebih singkat daripada waktu normal yang biasanya butuh tiga jam.



#Melanggar #Ketentuan #Koper #CJH #Indonesia #Dibongkar #Petugas #Saudi

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.