Kita dan Religiophobia

  • Share
Kita dan Religiophobia

Pernyataan Juru Bicara Partai Bharatya Janata (BJP), Nupur Sharma dalam acara debat di televisi lokal India memantik kontroversi. Musababnya, politisi muda asal India itu dianggap telah menabur benih Islamophobia. Terlepas dari situasi politik domestik India yang tengah memanas, namun apa yang diucapkan oleh Sharma setidaknya menegaskan dua hal.

Pertama, bahwa politik identitas terutama identitas keagamaan masih akan menjadi ‘jualan’ yang laku di banyak negara, bahkan untuk beberapa dekade ke depan. Kedua, pernyataan itu membuktikan bahwa masih ada jurang yang menganga di antara para pemeluk agama, untuk memahami agama lain.

Introspeksi

Di negara multietnis dan multiagama seperti Indonesia dan India, sentiment seperti yang dipantik Sharma mudah muncul. Penyebabnya karena diduga terkait kepentingan politik. Tapi kita tidak bisa terus menerus menyalahkan politik sebagai satu-satunya sumber masalah. Kita harus memeriksa dengan lebih ketat ke internal tubuh umat beragama, apakah kita yang beragama telah benar-benar bersih dari kebencian terhadap agama lain?.

Ini penting, karena faktanya kebencian atau setidaknya prasangka terhadap agama lain, acapkali ditanamkan secara sistematis dan terus menerus bahkan sejak usia dini. Maarif Institute (2018) bahkan pernah menyebut bahwa guru adalah faktor utama radikalisme di sekolah. Dari titik ini, kita boleh menduga, para politisi seperti Sharma sebenarnya hanya ingin menabur benih di tanah yang sudah terlanjur gembur untuk kebencian dan kekerasan.

Tentu kita tidak membenarkan apa yang dilakukan oleh politisi seperti Sharma. Tetapi para tokoh dan umat beragama juga patut melakukan introspeksi. Apakah pengajaran dan penanaman nilai-nilai keagamaan yang dilakukan selama ini sudah cukup inklusif? ataukah kita masih menonjolkan ego iman kita?. Jika tafsir agama kita masih mengandung prasangka dan kebencian terhadap agama lain, maka orang-orang seperti Sharma akan selamanya ada, bahkan berlipat ganda.



#Kita #dan #Religiophobia

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.