Ketua MK Nikahi Adik Presiden, Resepsi Pakai Adat Jawa

  • Share
Berlayar Tepi Laut dengan Kapal Pinisi di Pelabuhan Tanjung Perak

Radartarakan.co.id – Pernikahan adik Presiden Joko Widodo (Jokowi), Idayati, dengan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman tinggal sehari lagi. Besok (26/5) prosesi resepsi dihelat di Gedung Graha Saba Buana, Sumber, Banjarsari, Solo. Berbagai persiapan pun mulai dilakukan.

Menurut Muhtar yang juga kerabat Anwar Usman, persiapan pernikahan nyaris klir.Rencananya, prosesi resepsi menggunakan adat Jawa. Sebab, resepsi adalah acara yang digelar pihak pengantin perempuan. Dengan begitu, pihak pengantin laki-laki hanya mengikuti prosesi yang ada.

’’Tapi, sebelum resepsi, sejak awal Anwar Usman menjalani semua prosesi adat Bima,’’ ungkap Muhtar yang juga direktur keuangan dan optimalisasi aset Universitas Sebelas Maret (UNS) sekaligus ketua umum Ikatan Keluarga Wera Nusantara (IKRA) kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin (24/5).

Muhtar menceritakan prosesi pernikahan adat Bima yang sudah dilakukan Anwar. Sesuai adat Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), ada 16 tahapan yang lazim dilakukan calon pengantin. Baik keturunan kerajaan maupun masyarakat umum. Jumlah tahapan itu sudah paling sedikit. Namun, di era sekarang, tidak memungkinkan 16 tahapan dilaksanakan semua.

Lalu, apa saja tahapan yang sudah dilakukan Anwar? Muhtar menyebut dimulai dari tahapan pertama yang namanya La Lose Ro La Ludi. Artinya, kunjungan rahasia.

Tahapan itu sudah dilakukan Idayati dan Anwar. Tapi, lantaran prosesi tersebut adalah kunjungan rahasia, tidak ada orang yang tahu. Hanya ada orang-orang tertentu yang ditunjuk kedua pihak. Atau mungkin inisiatif dari salah satu pihak.

’’Prosesi ini kalau tidak salah terjadi tahun lalu. Anwar berkunjung ke rumah Idayati. Kemudian juga berkunjung ke Istana Bogor. Tapi, semuanya itu rahasia. Tidak ada yang tahu. Saya pun saat itu belum tahu,’’ ujarnya.

Muhtar baru terlibat dalam serangkaian prosesi sejak di tahapan kedua. Namanya Katada Nggahi. Artinya, mengikrarkan kata hati. Dilakukan pihak laki-laki ke pihak keluarga perempuan. Itu dilakukan sebelum lamaran resmi. Anwar mengajak Muhtar lengkap dengan saudara kandungnya ke rumah orang tua Idayati. Acara itu dihadiri Idayati, kakak, dan adiknya. Kecuali Presiden Jokowi.

’’Tapi, ada prosesi yang tidak dilakukan Anwar. Prosesi ketiga, Wa’a Mama dan Sarau. Ini kalau di kampung Bima, pihak laki-laki membawa peralatan untuk makan sirih dan pinang. Ini tidak dilakukan,” ujar dia.

Kemudian prosesi keempat, Ngge’e Nuru. Ini calon pengantin laki-laki yang sudah didatangi keluarga calon pengantin perempuan tinggal di keluarga perempuan. Untuk dilihat pekerjaan dan dedikasinya. Kalau di kampung Bima, bisa dilihat dia saat bekerja di sawah atau ladang.

’’Ini juga tidak dilakukan. Selain itu, pingitan, membuka tirai antara calon pengantin laki-laki dan calon pengantin perempuan, serta malam hena untuk calon pengantin perempuan juga tidak dilakukan,’’ bebernya.

Di bagian lain, Presiden Jokowi akan menjadi wali nikah sang adik, Idayati, pada 26 Mei. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Banjarsari, Solo, Arbain Basyar.

Presiden Jokowi menjadi wali nikah lantaran statusnya sebagai kakak kandung laki-laki dari mempelai perempuan Idayati. Dengan demikian, otomatis yang akan menikahkan adik perempuan itu adalah sang presiden sendiri. ’’Insya Allah yang akan menikahkan adalah Presiden Jokowi selaku wali dari Idayati,’’ kata dia.

KUA Banjarsari telah menyiapkan teks ijab untuk dibacakan Presiden Jokowi dalam dua bahasa berbeda, yakni bahasa Indonesia dan Jawa. Pembuatan teks tersebut merupakan permintaan presiden secara langsung kepada pihak KUA. ’’Kemarin Bapak minta semacam teks dan sudah kami buatkan. Kami buat dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jawa,’’ beber Arbain.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : aya/ves/c7/ttg



#Ketua #Nikahi #Adik #Presiden #Resepsi #Pakai #Adat #Jawa

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *