Kementan Kebut Riset Vaksin PMK 

  • Share
Kementan Kebut Riset Vaksin PMK 

Jenis Virus Diketahui, Diduga Berasal dari India

Radartarakan.co.id – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak, khususnya sapi, semakin luas. Data terbaru per 22 Mei menyebutkan, kasus PMK ditemukan di 82 kabupaten/kota di 16 provinsi. Jumlah kasus tidak kurang dari 13 ribu ekor hewan ternak yang tertular.

Persoalan PMK tersebut dibahas dalam rapat antara Komisi IV DPR dan Kementerian Pertanian (Kementan) di Jakarta kemarin (23/5). Dalam pertemuan tersebut, Ketua Komisi IV DPR Sudin mencecar jajaran Kementan soal awal mula masuknya PMK ke Indonesia. ’’Asal muasalnya dari India kan?’’ kata Sudin.

’’Iya, Pak,’’ jawab Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Nasrullah. Mendengar jawaban tersebut, Sudin mengatakan bahwa semua pihak, termasuk Kementan, harus jujur. ’’Jangan lari ke sana kemari,’’ kata dia.

Sudin menyatakan, selama seminggu terakhir dirinya tidak bisa tidur memikirkan kasus PMK yang kembali mewabah di Indonesia. ’’Saya ingin tahu asalnya dari mana. Jujur saja dari India,’’ tandasnya.

Nasrullah menuturkan, memang benar ditemukan kasus PMK di India pada 2021. Tetapi, sampai saat ini investigasi Kementan masih berjalan. Karena itu, secara resmi belum dinyatakan bahwa virus PMK yang sekarang kembali merebak di Indonesia berasal dari India.

Mentan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) sudah menemukan serotipe atau jenis virus PMK yang kini mewabah di Indonesia. Dia menjelaskan, jenis virus PMK yang beredar di Indonesia adalah O/ME-SA/Ind-2001 e.

’’Kami konsentrasi menyiapkan vaksinnya,’’ katanya. Dia berharap, dalam beberapa bulan ke depan, vaksin PMK yang sesuai dengan jenis virus di Indonesia bisa segera diproduksi. Selanjutnya dapat langsung dilakukan vaksinasi kepada hewan-hewan ternak yang sehat. Syahrul memiliki target sebelum Agustus 2022 vaksin PMK sudah bisa diproduksi.

Syahrul mengingatkan, ternak yang terinfeksi PMK tidak menulari manusia. Dengan pengolahan yang benar, daging hewan ternak yang terinfeksi PMK juga aman dikonsumsi. Khusus bagian tubuh yang luka akibat infeksi virus tersebut harus langsung dimusnahkan.

Dia mengatakan, data per 17 Mei menyebutkan, penyakit PMK sudah menyebar ke 52 kabupaten/kota di 15 provinsi. Jumlah hewan ternak yang terinfeksi mencapai 13.965 ekor. Provinsi Jawa Timur adalah wilayah dengan jumlah kabupaten/kota terdampak paling banyak. Yaitu, mencapai 15 kabupaten/kota. Disusul Jawa Tengah dengan 12 kabupaten/kota.

Syahrul juga menyampaikan strategi menghadapi Idul Adha atau Hari Raya Kurban. Dia menjelaskan, total pemotongan hewan kurban pada 2021 mencapai 1,6 juta ekor. Proyeksi pemotongan hewan kurban tahun ini 1,722 ekor. Syahrul mengatakan, ketersediaan 1,731 juta ekor hewan kurban berasal dari luar daerah zona merah kasus PMK.

Selain itu, akan dilakukan sosialisasi PMK kepada pedagang hewan kurban oleh seluruh dinas terkait di tingkat kabupaten dan kota. Kemudian juga disiapkan petunjuk teknis pedoman pemotongan hewan kurban di tengah wabah PMK.



#Kementan #Kebut #Riset #Vaksin #PMK

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *