Jatim Tes Acak Pemudik, Jika Ada Yang Reaktif Langsung Dirujuk

  • Share
Jatim Tes Acak Pemudik, Jika Ada Yang Reaktif Langsung Dirujuk

Radartarakan.co.id – Pemprov Jawa Timur (Jatim) mereaktivasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dalam momen arus mudik Lebaran untuk mencegah penularan Covid-19. Salah satunya, menyiapkan tes swab acak (random swab test) di 23 area rehat atau rest area.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengharapkan mudik Lebaran bisa berjalan aman, sehat, dan selamat. Untuk itu, sesuai rapat koordinasi lintas sektor di Jawa Timur beberapa waktu lalu, dilakukan reaktivasi PPKM. Sehingga ketika ada yang terkonfirmasi positif Covid-19 dalam perjalanan mudik, bisa segera dilakukan penanganan dengan baik.

”Ini pentingnya deteksi kalau ada yang terkonfirmasi positif. Mudah-mudahan terhindarkan,’’ kata Khofifah setelah melepas keberangkatan 10 bus Mudik Bareng Gratis 2022 warga Jawa Timur di Jakarta kemarin (26/4). Tes swab acak disiapkan di 23 rest area di Jatim.

Mantan menteri sosial itu menuturkan, pihaknya sudah menyusun skenario ketika ada pemudik yang positif Covid-19 saat dilakukan tes usap di rest area. Pemudik yang reaktif tetapi tidak bergejala akan dirujuk ke puskesmas terdekat. Pemudik yang reaktif dan bergejala akan dirujuk ke RS terdekat. Gejala yang muncul bisa berupa demam mencapai 38 derajat Celsius atau batuk-batuk.

Untuk kelancaran mudik, lanjut Khofifah, dibuka 169 pos pengamanan (pospam) serta 49 pos pelayanan (posyan). Instruksi untuk mengawal pelaksanaan mudik supaya aman, sehat, dan lancar sudah dikoordinasikan hingga di tingkat kabupaten dan kota.

Konsentrasi juga dilakukan untuk mengawal protokol kesehatan di delapan destinasi wisata favorit di Jawa Timur. Di antaranya, Telaga Sarangan di Magetan, wisata di Kota Batu, Bromo, Semeru, hingga Ijen. Menurut dia, jangan lantaran dua tahun kondisi sepi kemudian sekarang destinasi wisata dibuka selebar-lebarnya. ’’Kami minta bupati dan satgas Covid-19 untuk menghitung kapasitas maksimalnya. Tidak bisa semua ditampung,’’ tutur Khofifah.

Sementara itu, pada H-7 Lebaran, arus lalu lintas dilaporkan mengalami peningkatan signifikan. Jasa Marga mencatat, total 598.538 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabotabek pada periode H-10 hingga H-7 Hari Raya Idul Fitri 1443 H/2022 atau pada Jumat (22/4) hingga Senin (25/4).

Menurut Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru, total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek masih lebih rendah 0,3 persen jika dibandingkan dengan kondisi normal periode November 2021 dengan total 600.107 kendaraan. Di sisi lain, berdasar data dari Posko Angkutan Lebaran Terpadu Kementerian Perhubungan, pergerakan penumpang angkutan umum pada H-7 mengalami peningkatan hampir di semua moda transportasi.

Pemantauan pergerakan penumpang mudik tahun ini dilakukan di 111 terminal bus, 16 pelabuhan penyeberangan, 50 bandar udara, 110 pelabuhan laut, dan 13 daop/divre.

Jubir Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengungkapkan, kenaikan jumlah penumpang terjadi pada angkutan darat, laut, dan kereta api. Pada angkutan udara, jumlahnya menurun dibandingkan hari biasa. Data tersebut merupakan perbandingan antara kondisi pada 25 April dan hari biasa, yakni 16 April. ”Melalui data ini, kami memprediksi masyarakat mudik lebih awal sesuai anjuran dari pemerintah untuk menghindari kepadatan di hari puncak mudik,” katanya kemarin.

MENUJU KAMPUNG HALAMAN: Pemudik motor beristirahat di KM Dobonsolo tujuan Semarang dan Surabaya di Terminal Penumpang Tanjung Priok, Jakarta, kemarin (26/4). (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

Pada angkutan bus misalnya. Jumlah penumpang pada H-7 tercatat 88.162 penumpang atau meningkat 40,5 persen jika dibandingkan dengan hari biasa sebanyak 62.760 penumpang. Pada angkutan kereta api, realisasi jumlah penumpang pada H-7 sebanyak 68.892 penumpang. Meningkat 42,4 persen jika dibandingkan dengan hari biasa 48.372 penumpang.

Untuk angkutan udara, realisasi jumlah penumpang pada H-7 2022 sebanyak 73.290 penumpang. Jumlah itu menurun 30,3 persen jika dibandingkan dengan hari biasa yang mencapai 105.101 penumpang.

Kemudian, moda angkutan laut sebanyak 48.566 penumpang. Meningkat 142,1 persen jika dibandingkan dengan hari biasa sejumlah 20.064 penumpang.

Rekayasa Lalin di Tol

Uji coba ganjil genap di jalan tol Jakarta–Cikampek Km 47 diberlakukan selama dua jam setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 13.00. Secara umum, uji coba berlangsung aman dan lancar.

Kabagpenum Divhumas Polri Kombespol Gatot Repli Handoko mengatakan, uji coba ganjil genap berlangsung lancar meski terdeteksi terjadi peningkatan jumlah kendaraan. ”Peningkatan terjadi dengan persentase 11 persen dalam dua hari,’’ urainya.

Pada Minggu (24/4), tercatat 39.238 kendaraan melewati gerbang tol Cikampek Utama. Lalu, Senin (25/4), jumlah kendaraan yang melewati gerbang tol tersebut mencapai 43.401 kendaraan. ”Naik 4.163 kendaraan dalam dua hari,’’ katanya.

Dalam uji coba ganjil genap, saat ini dilakukan kanalisasi kendaraan di Km 10 Cikunir untuk kendaraan yang naik menuju tol elevated. Kanalisasi itu dengan teknis lajur kiri untuk kendaraan ganjil dan lajur kanan atau berikutnya untuk kendaraan genap. ”Kendaraan yang tidak sesuai tanggalnya dialihkan arusnya ke Km 46 exit toll Karawang Barat,’’ jelasnya.

Lalu, untuk titik pengalihan arus di exit toll Karawang Km 46, dilakukan kanalisasi. Lajur kiri untuk kendaraan nopol genap dan lajur lainnya untuk kendaraan nopol ganjil. ”Kendaraan yang tidak sesuai tanggal langsung menuju keluar tol menuju arteri,’’ urainya.

Polri berupaya melakukan sosialisasi yang masif untuk pelaksanaan ganjil genap tersebut. ”Polri juga melakukan buka tutup di lokasi pengalihan arus,” urainya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan menurunkan tiga tim pemantauan mudik. Ada tiga jalur yang dipantau. Yakni, Jakarta–Surabaya, Jakarta–Jogjakarta, dan jalur Jakarta–Lampung.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Kunta Wibawa Dasa Nugraha menyatakan, seluruh tim akan melihat kesiapan pelayanan kesehatan, baik di KKP, bandara, stasiun, maupun fasilitas kesehatan. Tidak ketinggalan pos kesehatan di rest area.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Abdul Kadir menyebutkan, secara keseluruhan, sektor kesehatan siap menghadapi arus mudik dan arus balik. Kemenkes menyiapkan 15.555 fasilitas pelayanan kesehatan di 34 provinsi. Fasilitas itu terdiri atas 10.292 puskesmas, 279 public safety center, 51 kantor kesehatan pelabuhan, 1.805 pos kesehatan, dan 3.128 rumah sakit.



#Jatim #Tes #Acak #Pemudik #Jika #Ada #Yang #Reaktif #Langsung #Dirujuk

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.