Jatim Dapat Kuota 16.048 CJH, Biaya Pelunasan Per Orang Rp 14,8 Juta

  • Share
Jatim Dapat Kuota 16.048 CJH, Biaya Pelunasan Per Orang Rp 14,8 Juta

Radartarakan.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) akhirnya menetapkan pembagian kuota haji 2022 untuk tiap provinsi. Jawa Barat mendapatkan kuota terbanyak dengan jumlah 17.679 jemaah haji reguler. Kemudian, disusul Jawa Timur dengan kuota 16.048 jemaah. Kemenag juga menetapkan kuota haji khusus tahun ini berjumlah 7.226 orang.

Perincian kuota haji itu tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) 405/2022 yang diumumkan di Jakarta kemarin (26/4). Menag Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan bahwa tahun ini kuota haji yang diberikan Saudi untuk Indonesia berjumlah 100.051 jemaah. Kuota tersebut kemudian dibagi 92.825 kursi untuk haji reguler dan 7.226 kursi haji khusus.

’’KMA (perincian kuota haji, Red) ini selanjutnya menjadi pedoman seluruh jajaran Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Haji Khusus dalam melakukan finalisasi penyediaan layanan jemaah haji Indonesia,’’ kata Yaqut. Dia mengatakan, pedoman kuota itu sangat penting supaya bisa segera dilakukan penetapan nama-nama calon jemaah haji (CJH) yang berangkat.

Di dalam KMA 405/2022 itu ditentukan bahwa CJH yang berangkat tahun ini adalah mereka yang sudah melunasi biaya haji pada 2020. Syarat berikutnya adalah berusia maksimal 65 tahun per 8 Juli 2022 sesuai dengan urutan nomor porsi haji. Ketentuan usia itu merujuk persyaratan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Saudi.

CJH reguler yang menarik uang pelunasan biaya haji 2020 tetap berkesempatan berangkat haji. Dengan catatan, mereka wajib melunasi biaya haji 2022. Seperti diketahui, pemerintah bersama DPR menyepakati biaya haji yang ditanggung jemaah tahun ini rata-rata Rp 39,8 juta/orang. Dengan asumsi jemaah tersebut menyetor uang muka pendaftaran haji Rp 25 juta, berarti tinggal melunasi sekitar Rp 14,8 juta.

Sementara itu, CJH yang sudah melunasi biaya haji 2020 tetapi tidak berangkat tahun ini bakal masuk dalam prioritas pemberangkatan tahun depan. Dengan catatan, kuota haji masih tersedia.

Yaqut juga menjelaskan, kuota haji reguler yang telah dibagi-bagi ke daerah itu sudah termasuk untuk pembimbing dari unsur Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Kemenag menetapkan kuota untuk pembimbing KBIHU sebanyak 114 orang. Kemenag juga menetapkan 465 kuota tim pemandu haji daerah (TPHD). Ketentuannya adalah setiap kloter maksimal berisi dua orang TPHD.

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Presiden Ma’ruf Amin bersyukur Indonesia bisa kembali memberangkatkan jemaah haji. Setelah sebelumnya dua tahun berturut-turut (2020 dan 2021) tidak mengirim jemaah haji. Dia mengatakan, berapa pun kuota yang diberikan Saudi patut disyukuri.

Meski begitu, Ma’ruf menyatakan akan lebih bersyukur lagi apabila ke depan kuota haji untuk Indonesia ditambah. ’’Karena memang yang punya kewenangan untuk memberikan kuota itu adalah pemerintah Arab Saudi,’’ jelasnya.

Ma’ruf berharap masyarakat, khususnya CJH, tetap bersabar. Sebab, tahun ini kuota haji Indonesia belum normal. Untuk diketahui, kuota haji Indonesia sejatinya 221 ribu jemaah. Dengan kondisi kuota belum normal, waktu antrean haji di Indonesia semakin lama. ’’Yang biasanya itu ada yang memang (antre) 10 tahun, ada yang 20 tahun, 15 tahun, terpaksa mungkin dua tahun lebih ini bisa bertambah (lama) lagi,’’ tuturnya.



#Jatim #Dapat #Kuota #CJH #Biaya #Pelunasan #Orang #Juta

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.