Jaminan Pasti Berangkat, Usulkan Haji Mujamalah Pakai Kuota Nasional

  • Share
Hari Ini CJH Gelombang Kedua Mulai Tiba di Makkah

Radartarakan.co.id – Sampai sepekan puncak ibadah haji, belum ada kejelasan visa haji mujamalah atau jalur undangan untuk jemaah Indonesia. Akibatnya banyak calon jemaah haji mujamalah yang terancam gagal berangkat. Sejumlah asosiasi travel haji khusus berharap kursi haji mujamalah diambil dari kuota haji nasional.

Usulan tersebut disampaikan Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi. “Saya mengusulkan perbaiki UU 8/2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah,” kata Syam saat dihubungi Sabtu (2/7). Perubahan yang dia usulkan adalah, menambah pasal bahwa visa haji mujamalah diambil dari kuota haji nasional.

Seperti diketahui kuota haji nasional saat ini dibagi untuk kuota haji reguler dan haji khusus. Nah, Syam berharap ada sekian persen kuota haji nasional dipakai untuk haji mujamalah. Dengan catatan haji mujamalah tersebut tetap berbiaya mahal seperti saat ini.

Untuk diketahui saat biaya haji mujamalah berkisar Rp 300 juta sampai Rp 500 juta lebih untuk setiap orangnya. Kelebihannya jemaah tidak perlu antri layaknya haji reguler atau haji khusus. Uang yang besar dari haji mujamalah tersebut, bisa dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagaimana dana haji jemaah reguler atau khusus.

Syam mengatakan di dalam UU haji saat ini diatur alokasi kuota haji khusus sebanyak delapan persen. Dia berharap sekian persen daei kuota haji nasional dialokasikan untuk haji mujamalah. Dengan skema ini, ada kepastian keberangkatan haji mujamalah.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Hilmi Setiawan



#Jaminan #Pasti #Berangkat #Usulkan #Haji #Mujamalah #Pakai #Kuota #Nasional

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.