Jagalah Indonesia hingga Sehari sebelum Kiamat

  • Share
alexametrics

Radartarakan.co.id – Ahmad Syafii Maarif memang telah berpulang pada Jumat (27/5) lalu. Namun, kenangan tentang tokoh yang dikenal dengan nama Buya Syafii Maarif itu tak akan hilang dari sejarah Indonesia. Pesan dan gagasannya bahkan menjadi pegangan hidup bagi banyak orang hingga kini.

Direktur Eksekutif Maarif Institute Abdul Rohim Ghazali kemarin (28/5) menyatakan, Buya Syafii Maarif merupakan orang yang gemar berdiskusi. Terutama saat masih sehat. ”Kalau diskusi, justru beliau sering bertanya dan lebih banyak mendengarkan uraian lawan bicaranya,” tuturnya. Jika pria kelahiran Sumatera Barat itu tertarik berdiskusi, akan dilanjutkan bertanya. Namun, jika kurang pas, Buya Syafii akan mengoreksinya. ”Jadi, termasuk orang yang segan memberikan wejangan,” katanya.

Dia menyatakan, kecintaan Buya pada Indonesia bukan hanya harga mati, melainkan suatu keharusan. “Beliau ingin bangsa Indonesia tetap utuh sampai satu hari menjelang kiamat,” tuturnya.

”Satu hari menjelang kiamat,” itu merupakan kalimat yang sering Buya Syafii ungkapkan. Entah dalam acara resmi maupun pembicaraan informal. ”Beliau selalu mengatakan Indonesia ini negara yang sangat plural dan terdiri dari berbagai suku yang harus dijaga bersama, minimal satu hari menjelang kiamat,” kenang Rohim.

Gagasan lain Buya Syafii, menurut Rohim, keindonesiaan itu tidak bisa dipertentangkan dengan keiislaman dan kemanusiaan. Sebab, tiga hal tersebut harus selalu bersama dalam satu tarikan napas.

Direktur Program Maarif Institute M. Shofan bercerita tentang pendirian Maarif Institute pada 2003 silam. Dia mengungkapkan, lembaga yang mengambil nama belakang dari Buya Syafii Maarif itu didirikan dengan tujuan utama menyosialisasikan ide-ide brilian Buya Syafii. ”Awalnya, Buya tidak bersedia namanya dijadikan sebuah lembaga, dia (Buya Syafii) merasa tidak layak,” ungkap Shofan kepada Jawa Pos. Akhirnya, Buya Syafii bersedia setelah diyakinkan bahwa pendirian Maarif Institute untuk merawat pemikiran dan ide-ide Buya Syafii.

Shofan menceritakan, sumbangan pemikiran Buya Syafii dalam ilmu keislaman, kebangsaan, kemanusiaan, dan kebinekaan di Indonesia begitu besar. Buya Syafii juga punya peran sangat penting dalam melakukan kaderisasi intelektual sekaligus melembagakan gagasan yang bercita-cita sosial.

Buya Syafii menginspirasi sejumlah kegiatan di Maarif Institute. Khususnya kegiatan yang mengusung tema keislaman, toleransi, kebinekaan, dan kebangsaan. Kegiatan-kegiatan itu ditujukan bagi generasi penerus agar dapat mewarisi pemikiran-pemikiran Buya. (lyn/tyo/c6/oni)



#Jagalah #Indonesia #hingga #Sehari #sebelum #Kiamat

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *