Hadapi Pemilu 2024, Partai Nonparlemen Belum Punya Selling Points

  • Share
Hadapi Pemilu 2024, Partai Nonparlemen Belum Punya Selling Points

Radartarakan.co.id – Partai nonparlemen bakal mengadu peruntungan pada Pemilu 2024. Mereka berusaha memanfaatkan pesta demokrasi 2024 sebagai pilihan baru kepada pemilih.

Akan tetapi tawaran-tawaran dari partai nonparlemen belum signifikan. Menurut Pengamat Politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam, partai nonparlemen masih belum memiliki selling points yang bisa ditawarkan kepada pemilih. Partai nonparlemen belum memiliki sisi pembeda, termasuk dalam aspek narasi, platform, visi-misi, hingga ketokohan kuat.

“Ketokohan itu sejatinya mampu mendorong mereka (partai nonparlemen) mengembangkan kekuatan jaringan dan infrastruktur partai secara signifikan,” ujar Ahmad Khoirul Umam saat dihubungi Radartarakan.co.id, Selasa (21/6).

Dia mencontohkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menjadikan Giring Ganesha sebagai ketua umum. Namun kehadiran mantan vokalis band masih dipertanyakan dalam mendongkrak suara PSI.

Umam melihat partai-partai kecil selama ini tidak mengalami stagnasi elektabilitas dari pemilu ke pemilu selanjutnya. Sejatinya kondisi itu harus disadari. Mungkin saja membuat langkah dengan memikirkan ulang strategi internal, termasuk membuka potensi merger dengan sesama partai kecil lainnya.

“Langkah itu agar mampu mengonsolidasikan kekuatan politik untuk menembus parliamentary threshold (ambang batas parlemen) 4 persen,” sambung Umam.

Pendapat Umam berkorelasi dengan hasil survei terbaru yang dirilis lembaga Litbang Kompas. Dari hasil survei tersebut belum ada satu pun partai nonparlemen mendapat 4 persen suara. Contohnya Perindo (3,3 persen); Hanura (1,0 persen); PSI (0,7 persen); PBB (0,4 persen); Garuda (0,2 persen); dan Berkarya (0,1 persen)

Umam menilai, beberapa partai ada tren kenaikan elektabilitas, seperti Perindo di level nonparlemen dan Demokrat di papan bawah. “Tren kenaikan itu bisa menguatkan moril perjuangan para kader Perindo. Semua itu ditentukan oleh kemampuan konsolidasi internalnya,” tandasnya.

Di tempat lain, Sekjen DPP Perindo Ahmad Rofiq mengklaim elektabilitas Partai Perindo yang menembus 3,3 persen dalam survei Litbang Kompas menunjukkan indikator tingkat penerimaan masyarakat terhadap gagasan dan program Partai Perindo. Partai yang dikomandoi Hary Tanoesoedibjo itu terus konsisten memperjuangkan kesejahteraan rakyat.

“Tentu kami sangat senang dengan hasil ini, tapi tidak membuat kami terlena. Kami harus terus berupaya lebih masif lagi dalam memperjuangkan cita cita politik Partai Perindo,” ujar Ahmad Rofiq dalam keterangan persnya, Selasa (21/6).

Ahmad Rofiq mengaku bahwa target Partai Perindo dalam Pemilu 2024 harus mencapai 8 – 10 persen suara. Pencapaian itu penting, karena mewujudkan cita-cita politik memerlukan kekuatan yang signifikan di parlemen,” katanya.



#Hadapi #Pemilu #Partai #Nonparlemen #Belum #Punya #Selling #Points

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.