Gelar Operasi Yustisi, Pemkot Ancam Pulangkan Pelanggar ke Daerah Asal

  • Share
alexametrics

Radartarakan.co.id – Pemkot Surabaya sudah menyiapkan langkah yang bakal diambil terhadap para pelanggar yang ditemukan dalam operasi yustisi. Salah satunya, menampung mereka yang tidak memiliki identitas di liponsos milik Pemkot Surabaya. Selain itu, mereka bakal dipulangkan kembali ke daerah asal.

Arus mudik dibarengi dengan potensi munculnya urbanisasi. Biasanya, tidak sedikit yang nekat datang ke Surabaya untuk mengadu nasib. Tanpa skill maupun identitas, mereka mencari kerja, bahkan harus berakhir menjadi penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Kepala Dinas Sosial Surabaya Anna Fajriatin menyatakan, pihaknya sudah berkoordinasi terkait hal itu dengan perangkat daerah lain. Sebab, penanganan terhadap warga pendatang yang tanpa identitas maupun tujuan tidak bisa dilakukan satu pihak saja. ”Bahkan, ini harus melibatkan hingga kelurahan,’’ ungkapnya.

”Kami sudah koordinasi dengan lintas OPD. Mulai dari satpol PP, BPBD Surabaya, hingga kelurahan. Jadi, warga yang terjaring operasi yustisi akan kami tampung dulu,’’ terang Anna.

Selama ditampung dinsos, identitas mereka bakal ditelusuri. Kalau soal itu, mereka tidak bisa menghindar. Sebab, dinsos biasanya akan bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya.

Jadi saat pemeriksaan sidik jari, akan kelihatan dari mana mereka berasal. Juga sederet informasi kependudukan yang lain. ”Setelah ketemu, kami akan memproses kepulangan. Kalau alamatnya ada di Provinsi Jawa Timur, kami akan koordinasi dengan dinsos di sana. Kemudian, yang bersangkutan akan dikembalikan ke keluarganya lagi,’’ paparnya.

Karena itu, dia mengimbau agar masyarakat yang hendak ke Surabaya harus membawa kartu identitas. Juga memiliki tujuan yang jelas. Jangan sampai muncul masalah sosial dan mereka terjaring oleh petugas.

Sementara itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya menyebut pindah atau tidak tetap ada kewajiban bagi warga untuk memenuhi persyaratan administrasi. Sebab, keduanya memiliki dasar aturan yang bisa dijalankan. Apalagi hal itu berkaitan dengan administrasi kependudukan.

”Nah, sekarang bergantung warga yang bersangkutan pindahnya mengubah data menjadi penduduk Surabaya atau tidak. Sebab, bila pindahnya lebih dari satu tahun atau kurang dari satu tahun berdasarkan kebutuhan, harus melampirkan surat keterangan pindah dari daerah asal. Kemudian, melapor ke Dispendukcapil Surabaya untuk mengubah data kependudukan,’’ terang Kepala Dispendukcapil Surabaya Agus Imam Sonhaji.



#Gelar #Operasi #Yustisi #Pemkot #Ancam #Pulangkan #Pelanggar #Daerah #Asal

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.