FGD Bongkar Mafia Tanah, Tak Ada Leter C yang Asli

  • Share
FGD Bongkar Mafia Tanah, Tak Ada Leter C yang Asli

Radartarakan.co.id – Konflik pertanahan masih terus menjadi sorotan. Di antaranya dipicu oleh masih adanya ketidakpahaman masyarakat pada status dokumen dari tanah itu. Salah satunya soal Leter C atau Girik, Petok, Verponding dan segala dokumen tanah yang lama, sudah tidak berlaku sejak Oktober 1987.

“Karena batas waktunya sudah lewat 35 tahun. Tapi, masih saja ada yang menggunakan dokumen-dokumen itu di pengadilan,” ujar Ketua Bidang Perundang-undangan, Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (INI), sekaligus Ketua Pengurus Daerah Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Kabupaten Tangerang, Mumu Mugaera Djohar, dalam sebuah acara diskusi terbatas “Konflik Pertanahan” di Bintaro, Tangerang Selatan, (2/7).

“Sekarang ini tidak ada lagi Leter C yang asli. Paling-paling yang ada cuma Catatan Leter C. Itu pun pasti bukan asli!” tegasnya.

Diskusi yang berlangsung sehari penuh tersebut, digagas oleh Advokat Albert Kuhon dan dihadiri antara lain oleh Irjen Pol (Purn) Dr Ronny F Sompie, Gurubesar Ilmu Hukum Universitas Pancasila Prof Agus Surono, serta akademisi dari Universitas Nahdatul Ulama Indonesia Amsar Dulmanan dan Hasan Muaziz.

Albert Kuhon mengungkapkan, diskusi itu digagasnya karena keprihatinan akan maraknya perkara perdata tanah. Setiap tahun rata-rata ada sekitar 3.000 putusan perdata tanah di seluruh pengadilan di Indonesia. Atau 10 putusan perkara perdata tanah per hari kerja (asumsi 1 tahun setara 300 hari kerja). Atau 85,5 putusan perdata tanah per provinsi per tahun.

“Undang-undang Pokok Agraria tahun 1960 yang dikenal sebagai UUPA sudah terbit 60 tahun lebih, tapi urusan keabsahan kepemilikan tanah di Indonesia masih juga karut-marut,” tutur advokat yang juga wartawan senior itu.



#FGD #Bongkar #Mafia #Tanah #Tak #Ada #Leter #yang #Asli

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.