Edukasi Warga Membeli dan Konsumsi Daging, Biar Pedagang Tidak Resah

  • Share
Edukasi Warga Membeli dan Konsumsi Daging, Biar Pedagang Tidak Resah

Radartarakan.co.id – Dengan pengeras suara di tangan, di tengah keramaian pasar, mereka mengingatkan agar memilih jeroan yang sudah direbus. Bahwa daging sapi aman dikonsumsi di tengah merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) asal dimasak dengan benar.

Mereka yang berada di Pasar Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, itu juga diingatkan agar membeli jeroan yang sudah direbus. Serta tidak membuang langsung kemasan daging sebelum direndam dulu dengan detergen, pemutih pakaian, atau cuka dapur agar virus tak mencemari lingkungan.

Menurut Medik Veteriner Muda Diperta Kabupaten Probolinggo drh Nikolas Nuryulianto, itu salah satu cara pihaknya untuk menepis berbagai kabar yang meresahkan para penjual daging.

Dengan cara demikian, Niko mengharapkan masyarakat kembali mau membeli dan mengonsumsi daging sapi dan olahannya. ”Supaya konsumen di pasar tradisional mengetahui cara pengolahan daging setelah dibeli di pasar agar tidak memperluas penularan virus PMK,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo.

Laporan Dinas Pertanian Jawa Timur per 23 Juni, Kabupaten Probolinggo menjadi daerah dengan jumlah kasus positif PMK tertinggi. Jawa Timur per kemarin (24/6) merupakan provinsi dengan jumlah kasus tertinggi.

Dari Bantul, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul Joko Waluyo mengatakan, kemarin 210 ekor ternak dinyatakan sembuh, ternak dipotong paksa 19 ekor, dan ternak yang mati 6 ekor. Disinggung tentang keamanan daging hewan ternak yang dipotong paksa, mantan Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan itu menyebut masih aman untuk dikonsumsi. Sebab, PMK bukan penyakit zoonosis atau penyakit hewan yang bisa menular ke manusia.

”Namun untuk keamanan, bagian hewan seperti kepala, jeroan, dan kaki sebaiknya dibuang dan tidak dikonsumsi,’’ imbuhnya kepada Jawa Pos Radar Jogja.

Di Kendal, Jawa Tengah, Bupati Dico M. Ganinduto mengatakan, pasar hewan masih tutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. Langkah tersebut merupakan antisipasi persebaran PMK. ”Hewan ternak yang terpapar PMK ringan masih aman dikonsumsi. Tetapi, bagian tertentu seperti kuku, kepala, dan saluran pencernaan tidak boleh dikonsumsi,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : mu/fun/inu/dev/fth/c6/ttg



#Edukasi #Warga #Membeli #dan #Konsumsi #Daging #Biar #Pedagang #Tidak #Resah

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.