CJH Mulai Masuk Asrama Haji Hari Ini

  • Share
CJH Mulai Masuk Asrama Haji Hari Ini

Bila Positif Covid-19, CJH Diikutkan Kloter Lain setelah Hasil PCR Negatif

Radartarakan.co.id – Hari ini (3/6) kloter pertama calon jemaah haji (CJH) masuk ke asrama haji. Sesuai dengan jadwal, penerbangan perdana ke Arab Saudi berlangsung mulai besok (4/6). Para CJH diminta melengkapi semua syarat. Termasuk surat hasil swab PCR dengan status negatif Covid-19 yang diambil 72 jam sebelum keberangkatan.

Ketua Umum Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Ismed Hasan Putro menuturkan, jemaah maupun petugas haji harus legawa dan mengikuti ketentuan Saudi soal swab PCR tersebut. ’’Jangan coba-coba menyiasati atau lari dari kewajiban itu,’’ katanya kemarin (2/6).

Berdasar pengalaman yang sudah-sudah, manipulasi surat hasil swab PCR kadang bisa lolos dari pemantauan petugas bandara di Indonesia. Namun, Ismed menegaskan, manipulasi hasil swab PCR tidak akan lolos dalam pemeriksaan di bandara Jeddah atau Madinah. Sebab, pemeriksaan di Saudi menggunakan teknologi yang canggih dan hasilnya sangat cermat.

CJH Siap Berangkat

Salah satu rombongan CJH yang mulai masuk asrama haji hari ini berasal dari embarkasi Jakarta Pondok Gede. Kepala UPT Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Munib Maksum menyampaikan, 100 persen CJH bisa masuk ke asrama haji hari ini. Artinya, sampai tadi malam tidak ada laporan jemaah yang terdeteksi positif Covid-19 melalui swab PCR. Meski begitu, di asrama haji akan dilakukan pengecekan oleh petugas kantor kesehatan pelabuhan (KKP).

Kepala Pusat (Kapus) Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Budi Sylvana menyatakan, belum semua jemaah menjalani pemeriksaan kesehatan. Di antara 151 ribu orang, baru 95.702 orang yang sudah diperiksa. ”Kami akan kejar untuk pemeriksaan kesehatan bagi jemaah yang tersisa,” terangnya.

Dia menyebutkan, jumlah CJH yang sudah menerima vaksin Covid-19 dua dosis baru sekitar 95 persen. Untuk vaksin meningitis, jumlahnya tak jauh beda, yakni 95,7 persen. ”Jika pada saatnya belum memenuhi syarat, tidak boleh diberangkatkan,” katanya.

Meski demikian, Budi optimistis dapat melengkapi syarat kesehatan tersebut. Sebab, masih tersisa waktu satu bulan untuk mengejarnya.

Budi mengungkapkan, kemarin pihaknya baru mendapatkan surat dari otoritas penerbangan Arab Saudi terkait dengan perpanjangan durasi berlakunya hasil swab PCR. Dari sebelumnya hanya 48 jam kini berlaku hingga 72 jam. Meski masa berlaku diperpanjang, dia meminta petugas tetap memperhitungkan waktu keberangkatan. Lalu, bagaimana jika ditemukan CJH yang positif Covid-19? ’’Keberangkatan bisa ditunda dan ikut kloter berikutnya setelah hasil tes negatif,’’ katanya.

Kemenkes juga memberikan paket tas yang berisi alat-alat pertolongan pertama dan pencegahan. Isinya, antara lain, masker, oralit, plester, botol semprot, tisu basah, kantong kencing, dan hand sanitizer. ”Setiap tahun jemaah Indonesia didominasi lansia dan risti (risiko tinggi),” ujarnya.

Untuk memantau jemaah yang masuk kategori risti, pemerintah juga memanfaatkan teknologi dan aplikasi khusus. Misalnya, TeleJemaah, TelePetugas, dan smart watch. Smart watch digunakan mereka yang sangat berisiko tinggi. Tahun ini ada 3.000 smart watch yang dipakai. ”Bisa mengukur tekanan darah, detak jantung, saturasi oksigen, waktu untuk minum, dan langkah kaki. Ini yang akan menjadi parameter untuk pemeriksaan rutin,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang menuturkan, setelah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan yang betul-betul menyulitkan pemerintah Indonesia dalam pembiayaan haji, harus ada perubahan aturan keuangan haji. Yakni, revisi UU tentang Haji dan UU tentang Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Menurut dia, jika pemerintah mengikuti Arab Saudi, akan banyak kebijakan yang tidak terduga. ”Karena itu, harus ada pasal-pasal yang dibuat untuk mengantisipasi kebijakan yang tidak terduga tersebut,” tutur dia dalam acara diskusi di Media Center DPR kemarin.

Marwan menyatakan, pihaknya akan mengidentifikasi pasal-pasal apa saja yang menghambat. Juga pasal-pasal apa yang diperlukan untuk mengganti dan mengantisipasi perubahan mendadak aturan haji.

Menurut dia, jika kondisi itu tidak diantisipasi, keuangan haji bisa kolaps. Dia mewanti-wanti pemerintah dan BPKH untuk membuat sistem baru tentang keuangan haji. ”Ini sangat penting dilakukan,” tegasnya.

Sekarang, lanjut dia, kuota jemaah haji Indonesia hanya 105 ribu orang. Namun, jika tiba-tiba Indonesia mendapatkan kuota 300 ribu jemaah, dana yang ada tidak akan cukup. Nilai manfaat dana haji juga tidak akan cukup.

Politikus PKB itu mengungkapkan, setelah pelaksanaan ibadah haji tahun ini selesai, komisi VIII dan pemerintah berkomitmen membahas tata cara dan aturan yang dibuat Arab Saudi.

Selain itu, dia mendorong pemerintah Indonesia bersama negara-negara Islam lainnya untuk melakukan negosiasi kepada Saudi. Tujuannya, negara-negara pengirim jemaah haji dilibatkan dalam pembahasan aturan pelaksanaan haji. (wan/lyn/lum/c14/oni)



#CJH #Mulai #Masuk #Asrama #Haji #Hari #Ini

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.