Cerita Tukang Pijat Naik Haji, Beri Layanan Gratis Jemaah di Mekkah

  • Share
Cerita Tukang Pijat Naik Haji, Beri Layanan Gratis Jemaah di Mekkah

Radartarakan.co.id – Cerita menarik datang dari jemaah haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi. Abdul Malik, jemaah asal Desa Penganten, Balen, Bojonegoro nampaknya tak bisa lepas dari profesinya di dalam negeri sebagai terapi pijat.

Meskipun tengah menjalankan ibadah haji, Abdul Malik tetap mau membantu jemaah lain yang membutuhkan pijitan. Dia menyebut metode pijatnya sebagai terapi geni.

Praktiknya seperti menotok bagian-bagian tertentu dari tubuh pasien dengan menggunakan jari. Totokan diarahkan di bagian punggung, kaki, tangan, pinggang, dan beberapa titik di tubuh saat duduk dan posisi telentang.

Selama di Tanah Suci dia mempraktikkan terapi geninya untuk menolong para jemaah secara gratis. Jika ada yang mengeluh sakit, maka Abdul Malik akan membantu semaksimal mungkin dengan cara membuka aliran darah yang tersumbat di tubuh pasien.

Sampai sejauh ini dia sudah menangani 15 jemaah haji yang membutuhkan. “Keluhan seputar pinggang pegal, kaki lemah, leher kaku, tulang keropos, lambung bermasalah, pusing. Alhamdulillah, semua pasien membaik,” kata Abdul Malik.

Sementara itu, terkait tak adanya permintaan bayaran darinya kepada jamaah lain, Abdul Malik berdalih sebatas untuk ibadah. Sebab, dia tak datang ke Arab untuk mencari uang, apalagi dari sesama jamaah haji.

“Niatnya lillahi taala. Saya empati pada jemaah yang sudah datang dari jauh ke Tanah Suci, tapi di sini mengalami kesulitan jalan, merasa sakit. Saya bantu biar bugar dan dapat menjalankan ibadah dengan baik,” ucapnya.

Di sisi lain, Abdul Malik mengaku sudah sejak 2011 menjadi tukang pijat. Dari profesinya itu, dia berhasil menabung untuk berangkat haji.

“Sekali terapi, tarifnya antara Rp 100.000 sampai Rp 200.000. Uang hasil terapi itu ditabung antara Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per hari,” ujar Malik.

Abdul Malik mulai daftar haji tahun 2011 dan melunasi tahun 2020. “Saya menabung untuk berangkat haji dengan menyisihkan hasil jasa pijat, karena ingin penuhi rukun Islam,” pungkasnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



#Cerita #Tukang #Pijat #Naik #Haji #Beri #Layanan #Gratis #Jemaah #Mekkah

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *