Cegah Relapse, Libatkan Keluarga dalam Treatment

  • Share
Cegah Relapse, Libatkan Keluarga dalam Treatment

KERJA Cepat Kerja Hebat Berantas Narkoba. Demikian tajuk peringatan Hari Antinarkoba Internasional (HANI) 2022 di Indonesia. Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai motor pemberantasan narkoba di Indonesia masih terus memerangi peredaran zat adiktif itu.

Sebagai negara kepulauan dengan perairan yang luar biasa luas, Indonesia rawan menjadi jalur masuk dan peredaran gelap narkotika. Apalagi, secara geografis, Indonesia dekat dengan golden crescent dan golden triangle yang diyakini sebagai produsen narkoba. Jaringan narkoba nasional dan internasional juga kerap memanfaatkan daya beli masyarakat Indonesia yang terus meningkat. Sebab, jumlah penduduknya mencapai ratusan juta.

Faktor-faktor itu membuat pemberantasan narkoba seolah tiada habisnya. ”BNN sebagai leading institution dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba tidak hanya harus cepat, tetapi juga hebat,” jelas Kepala Biro Humas dan Protokol BNN Brigjen Pol Sulistyo Pudjo Hartono saat berbincang dengan Jawa Pos pada Sabtu (25/6).

Jenderal bintang satu Polri itu menyatakan bahwa BNN juga punya program rehabilitasi untuk membantu korban penyalahgunaan narkoba yang masuk kategori pecandu. Tidak kurang dari 24.748 telah dibantu BNN melalui program tersebut. Para korban dipulihkan agar tidak kembali terjerumus ke lubang yang sama.

”Dalam program rehabilitasi, BNN tidak hanya memberikan treatment kepada korban penyalahgunaan narkoba. Tetapi, juga memberikan pendampingan kepada keluarga korban,” jelas dia. Itu penting sebagai bagian dari upaya pemulihan pecandu.

”Selain itu, BNN melalui BNNP (BNN provinsi, Red) dan BNNK (BNN di level kota dan kabupaten, Red) melakukan monitoring kepada pecandu yang menjalani program rehabilitasi agar tidak relapse,” bebernya.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 itu memastikan bahwa BNN ikut terlibat dalam upaya mengembalikan kepercayaan diri dan kemampuan korban penyalahgunaan narkoba. Kepada masyarakat, mereka terus berusaha memberikan pemahaman lewat sosialisasi, edukasi, dan penyebaran informasi. ”Bahwa pecandu atau korban penyalahgunaan narkoba adalah orang sakit yang harus disembuhkan,” jelas dia. Melalui cara itu, BNN mengedukasi masyarakat agar tidak sembarangan memberikan label atau stigma negatif kepada pecandu narkoba.

Saat ini BNN punya enam balai atau tempat rehabilitasi di berbagai daerah di Indonesia. Mulai Lido di Jawa Barat, Baddoka di Makassar, Lampung, Samarinda, Kepulauan Riau dan Sumatera Utara.



#Cegah #Relapse #Libatkan #Keluarga #dalam #Treatment

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.