Cegah Penularan Wabah PMK, Hewan Impor Harus Punya Dokumen Karantina

  • Share
Cegah Penularan Wabah PMK, Hewan Impor Harus Punya Dokumen Karantina

Radartarakan.co.id – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) sudah menyebar ke 21 provinsi di Indonesia. Kini tinggal Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Papua yang kategori zona hijau.

Jubir Satgas PMK Wiku Adisasmito mengungkapkan, provinsi dengan infeksi total pada seluruh kabupaten dan kota meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bangka Belitung.

Sementara itu, empat provinsi lain mengalami infeksi lebih dari 80 persen. Yakni, Jawa Barat (96 persen), Sumatera Barat (84 persen), Jambi (84 persen), serta DIJ (80 persen). ”Saat ini kita fokus mempertahankan wilayah yang tidak terdampak, yakni Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, serta Papua,” jelas Wiku kemarin (7/7).

Dia mengatakan, saat ini telah diterapkan larangan lalu lintas hewan. Tidak boleh ada hewan rentan PMK yang masuk Provinsi Bali, NTT, dan Sulsel. Demikian juga tidak boleh ada ternak yang keluar Jatim, Jateng, serta NTB. Lebih-lebih dari daerah yang zona merah.

Saat ini pemerintah melakukan integrasi data testing PMK, surveilans aktif termasuk percepatan testing dengan metode terkini, serta percepatan vaksinasi. Wiku mengatakan, penanganan PMK adalah tanggung jawab bersama. Baik bagi mereka yang terdampak langsung maupun tidak.

Pemerintah daerah bertugas memastikan data kasus PMK maupun hewan berkuku belah yang meliputi sapi, kerbau, domba, kambing, maupun babi terinput dengan baik dalam sistem informasi kesehatan hewan nasional. Juga memastikan ketersediaan logistik penunjang antibiotik, vitamin, antipiretik, maupun disinfektan.

Pemda wajib menjaga ketersediaan jumlah vaksin, melakukan vaksinasi sesuai dengan target. Harus dipastikan juga pendanaan untuk penanganan PMK di daerahnya telah dianggarkan. ’’Ini dilakukan untuk mendukung ketersediaan logistik, biaya operasional petugas, serta santunan bagi masyarakat yang mengalami kerugian akibat ternaknya dipotong atau dimusnahkan,” papar Wiku.

Pemda juga wajib memberikan pelatihan kepada petugas untuk mengecek gejala klinis pada hewan serta pembersihan melalui disinfeksi atau dekontaminasi. Kemudian, melakukan testing dan vaksinasi. Hal itu bisa dibantu babinsa babinkamtibnas TNI-Polri bersama dokter hewan atau pejabat otoritas veteriner setempat.

Selain itu, peternak wajib memastikan keamanan biosekuriti dengan memisahkan hewan ternak yang sehat dan sakit agar tidak saling menularkan. Mengatur sistem penempatan antara hewan ternak biasa dan hewan ternak rentan PMK. Menjamin seluruh hewan ternak yang dimiliki telah divaksin dengan jenis kondisi hewan ternak masing-masing.

Kemudian, kebersihan hewan ternak wajib dijaga. Beserta alat-alat peternakan dan kandang dengan pembersihan secara berkala. Untuk deteksi dini, peternak bisa melakukan pemeriksaan gejala klinis pada hewan rentan PMK secara rutin dan memastikan bahwa riwayat kesehatan setiap hewan ternak tercatat secara lengkap pada masa lalu, kini, dan masa akan datang.

Wiku menjelaskan, satgas daerah kini juga telah menerapkan lalu lintas hewan ternak rentan PMK dan produknya. Sebelum melakukan perjalanan, hewan dan produknya wajib karantina 14 hari.

Jika bergejala, hewan wajib dites. Jika positif, penanganan ditentukan sesuai zonasi masing-masing kabupaten/kota. Ternak dari daerah hijau wajib dimusnahkan, dari daerah kuning wajib dilakukan pemotongan bersyarat, kemudian daerah merah dilakukan pemotongan bersyarat dan isolasi sesuai dengan kondisi hewan. ’’Khusus produk hewan impor boleh dilalulintaskan ke semua zona dengan ketentuan memiliki dokumen karantina,” ujar Wiku.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah mengatakan, ada empat langkah pengendalian wabah PMK. Keempatnya harus dilaksanakan secara bersamaan jika tidak ingin kasus PMK menyebar kian luas.

Upaya pertama adalah meningkatkan imunitas hewan ternak terhadap risiko penularan PMK. Peningkatan imunitas itu berbentuk vaksinasi. “Tetapi perlu diingat, vaksinasi saja tidak cukup,” tuturnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : tau/wan/c7/oni



#Cegah #Penularan #Wabah #PMK #Hewan #Impor #Harus #Punya #Dokumen #Karantina

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.