Adam Deni Pamer Track Record di Hadapan Majelis Hakim

  • Share
Adam Deni Pamer Track Record di Hadapan Majelis Hakim

Radartarakan.co.id – Usai dituntut 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), pegiat media sosial Adam Deni menyampaikan nota pembelaannya di hadapan majelis Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (7/6) kemarin.

Adam Deni akhirnya meminta maaf  setelah Jaksa sebelumnya menyatakan bahwa terdakwa tidak menyesal atas dugaan tindak pidana yang dilakukan, dalam pertimbangan yang memberatkan Adam Deni.

“Saya meminta maaf melakukan tindakan yang menurut hukum dinyatakan bersalah, saya mem-posting sebuah bundel kertas berisikan data informasi milik Ahmad Sahroni,” kata Adam Deni.

Pegiat media sosial yang sempat berseteru denngan musisi Jerinx SID ini bersumpah tidak ada niatan jahat di balik unggahannya tersebut. Adam Deni mengaku tindakannya dilakukan untuk semata-mata membongkar kejahatan yang dilakukan oleh Sahroni.

Adam Deni juga membantah pertimbangan memberatkan yang sempat disampaikan Jaksa bahwa dirinya membuat telah keributan di persidangan. Menurutnya, keributan itu tidak terjadi di persidangan, melainkan setelah persidangan selesai dipicu dirinya tidak dibolehkan wawancara dengan wartawan. “Saya hanya diam, tidak melontarkan satu kata pun,” katanya.

Adam Deni lantas memamerkan track record-nya di hadapan majelis hakim sejak menjadi pegiat sosial terhitung sejak 2017 silam. Dia mengaku selama sekitar 5 tahun menjadi pegiat sosial, berhasil mengungkap sejumlah kasus penting dan mengklaim tidak pernah memberikan informasi hoax.

“Pertama, kasus pem-bully-an mahasiswa berkebutuhan khusus. Kedua, bongkar kasus Taqy Malik, penggelapan dana Rp 1,2 Miliar. Itu sudah dikembalikan. Ketiga, memviralkan kafe anak walikota Bekasi tak pernah disegel saat PPKM. Saya juga membongkar kasus korupsi walikota. Dua-duanya terbukti, kafe ditutup dan walikota ditahan,” tuturnya.

Adam Deni juga mengungkap dirinya sempat membongkar kasus Rachel Vennya terkait pelanggaran karantina. Kasus yang sama juga dibongkar oleh Adam Deni dalam dalam kasus Mulan Jameela- Ahmad Dhani.

“Kasus pelanggaran karantina Mulan Jameela dan Ahmad Dhani. Masyarakat jadi tahu anggota DPR RI punya privilege karantina dari luar negeri,” jelasnya.

Selain itu, Adam Deni juga memamerkan apa yang telah dilakukannya untuk mendukung usaha serius pemerintah dalam menangani Covid-19. Dia mengaku melakukan  counter isu dari beberapa pihak khususnya dari buzzer yang kontra Covid-19.

“Saya pernah melawan jenderal bintang 3, inisial DP. Dugaan saya dia take down akun Instagram saya. Saya punya kasus juga dengan Jerinx yang sekarang ditangkap. Saya juga memviralkan kafe yang melanggar PSBB .ilik Tom Liwafa,” katanya.

Adam Deni mengaku sudah dua kali minta maaf kepada Ahmad Sahroni. Pertama melalui video dan kedua kalinya saat tatap muka secara langsung di hadapan majelis hakim PN Jakarta Utara.

“Saya diajak ke Bali saat sedang membahas karantina Mulan Jameela dan Ahmad Dhani. Kenapa barang buktinya ingin dirampas untuk dimusnahkan. Alat bukti tersebut saya jadikan pembelaan. Saya punya chat pribadi Sahroni. Saya sering disuruh take down posting-an apapun yang tidak cocok dengan dia. Contoh Juragan 99, saya disuruh take down posting-an tersebut. Waktu itu saya membahas dari mana harta kekayaan Juragan 99 alias Gilang,” paparnya.

Adam Deni mengaku membongkar kasus Ahmad Sahroni lantaran muak dirinya kerap diminta menutupi kasusnya. Dia menegaskan tidak takut dipenjara demi membongkar kejahatan dan membela kebenaran.



#Adam #Deni #Pamer #Track #Record #Hadapan #Majelis #Hakim

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *