297 Jemaah Embarkasi Solo Terpaksa Bongkar Koper

  • Share
297 Jemaah Embarkasi Solo Terpaksa Bongkar Koper

RI-Saudi Bentuk Tim Persiapan Haji Tahun Depan

Radartarakan.co.id – Mayoritas jemaah dari kloter 4 embarkasi Solo (SOC4) harus membongkar ulang kopernya. Bagaimana tidak, hasil deteksi X-ray menunjukkan 297 di antara 360 koper jemaah berisi air zamzam. Padahal, sudah ada larangan membawa cairan di dalam bagasi.

Airgate, perusahaan yang digandeng maskapai Garuda Indonesia untuk pemeriksaan bagasi, akhirnya membawa koper-koper tersebut ke Hotel Kiswah, tempat jemaah dari kloter SOC4 menginap. Pada akhirnya, jemaah hanya bisa menertawakan ulah mereka sendiri yang ketahuan itu. ”Sebetulnya mau buat anak cucu, tapi ketahuan hehe…” kata Maemunah sembari membongkar kopernya.

Ada 10 botol air mineral berisi zamzam di koper Maemunah. Meski dilapisi lakban cokelat, botol-botol itu tetap terdeteksi mesin X-ray. ”Sudah kapok, nggak lagi (masukkan zamzam ke koper),” imbuh dia.

Kepala Seksi Pelayanan Kedatangan dan Kepulangan PPIH Daker Bandara Edayanti Dasril menjelaskan, keputusan mengembalikan koper yang terindikasi membawa air zamzam tersebut sekaligus sebagai pelajaran. ”Ini di luar dugaan kami. Sudah kelewatan,” tegas Edayanti.

Keputusan mengembalikan koper ke jemaah juga dipastikan tidak mengganggu jadwal penerbangan kloter SOC4. Sesuai dengan jadwal, kloter tersebut terbang menuju tanah air besok (17/7) dari Bandara King Abdulaziz, Jeddah.

Sementara itu, setelah melepas kepulangan jemaah haji kloter 2 embarkasi Solo di Jeddah, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan telah berdiskusi dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F. Al Rabiah untuk persiapan haji 1444 H/2023. Sejumlah catatan perbaikan, baik dari sisi Indonesia maupun Saudi, sudah disampaikan. ”Kami sepakat membuat task force (satuan tugas) untuk membahas persiapan haji tahun depan agar lebih baik,” kata Yaqut.

Salah satu catatan tersebut berkaitan dengan pelayanan di masyair (Arafah, Muzdalifah, Mina) yang dinilai belum seimbang dengan biaya. Dengan kenaikan harga yang signifikan, menurut Menag, seharusnya pelayanan yang diberikan bisa lebih baik. Sebagaimana diketahui, pertengahan Mei lalu pemerintah Saudi memutuskan menaikkan biaya pelayanan masyair. Nilainya SAR 5.656,87 atau setara Rp 21,76 juta per jemaah.

Imbasnya, pemerintah Indonesia harus menyiapkan tambahan biaya mencapai Rp 1,5 triliun.



#Jemaah #Embarkasi #Solo #Terpaksa #Bongkar #Koper

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.