182 Jemaah Masuk Daftar Safari Wukuf

  • Share
182 Jemaah Masuk Daftar Safari Wukuf

Radartarakan.co.id – Sejak transportasi bus salawat distop sementara, aktivitas jemaah haji Indonesia lebih banyak dihabiskan di pemondokan atau hotel. Mulai beribadah, cek kesehatan, hingga mencuci kain ihram sebagai persiapan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Di Hotel Arkan Bakkah 1 yang terletak di kawasan Mahbas Jin, misalnya, musala yang bisa menampung hingga 1.500 orang selalu penuh. Total ada 5.422 jemaah haji yang menginap di hotel itu. Selain di musala, sebagian jemaah melaksanakan ibadah berjemaah di Masjid Darwis Al Fahru berlantai tiga yang bisa menampung ribuan jemaah. Sebagian jemaah juga mengikuti bimbingan-bimbingan teknis untuk kegiatan di Armuzna.

Di luar aktivitas ibadah, jemaah Indonesia melakukan cek kesehatan yang difasilitasi emergency medical team (EMT). Tujuannya, mengetahui kondisi kesehatan sebelum menjalani puncak ibadah yang akan menguras fisik. Sebagian jemaah juga bersiap-siap menghadapi wukuf dengan mencuci pakaian ihram yang sebelumnya dipakai untuk umrah wajib dan sunah.

”Jemaah ingin menggunakan ihram yang bersih dan suci untuk wukuf di Arafah,” ujar Mashuri Masyhuda, petugas PPIH di sektor 1.

Erik Wahyudi, jemaah asal Pasuruan, mengatakan terus mempersiapkan diri menjelang pelaksanaan wukuf. Termasuk kondisi fisik. ”Salat berjemaah di masjid terdekat dengan hotel,” ucapnya.

Pagi ini (7/7) jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan ke Arafah. Wukuf akan berlangsung besok (8/7). Plh Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi (HDI) Kemenag Wawan Djunaedi menjelaskan, Arab Saudi sudah menetapkan bahwa tahun ini adalah haji akbar karena bertepatan dengan hari Jumat.

Wawan mengatakan, PPIH kloter, PPIH Arab Saudi, dan pihak lain harus mempersiapkan pelaksanaan wukuf sebaik-baiknya. Jemaah juga harus memperhatikan beberapa poin menjelang pelaksanaan wukuf. Di antaranya jadwal pemberangkatan dari hotel menuju Arafah. ”Jemaah membawa barang secukupnya saja saat berangkat ke Arafah,” tutur dia. Misalnya membawa pakaian secukupnya. Yang tidak kalah penting adalah memastikan membawa perlengkapan mandi serta obat-obatan yang rutin dikonsumsi.

Sementara itu, hingga kemarin (6/7) tercatat 182 jemaah haji Indonesia tidak bisa melaksanakan wukuf secara mandiri karena sakit. Mereka akan diantar ke Arafah untuk mengikuti safari wukuf dengan didampingi petugas.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Budi Sylvana menjelaskan, semua pasien yang rencananya akan mengikuti safari wukuf telah ditarik dari kloter masing-masing. ”Nanti akan berangkat bersama-sama dari KKHI ke Arafah,” kata dia kemarin.

Di antara 182 jemaah tersebut, sebanyak 113 calon peserta safari wukuf merupakan jemaah yang saat ini berada di kloter. Sisanya, sebanyak 69 jemaah, sampai saat ini masih menjalani perawatan di KKHI.

Budi menjelaskan, sebanyak sepuluh bus disiapkan untuk pelaksanaan safari wukuf. Sebanyak 162 jemaah akan mengikuti safari wukuf dengan duduk dan 20 jemaah dengan berbaring. Dia mengakui bahwa sebelumnya sempat terdata 204 jemaah yang berpotensi mengikuti safari wukuf. Namun, mendekati pelaksanaan wukuf, sebagian jemaah telah sembuh dari sakitnya. ”Mungkin karena semangat dari para jemaah untuk beribadah sehingga mempercepat sembuh,” katanya.

Di bagian lain, kemarin sore waktu Arab Saudi, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas meninjau kesiapan tenda untuk jemaah Indonesia di Mina. Menurut dia, tenda yang tersedia sudah cukup representatif.



#Jemaah #Masuk #Daftar #Safari #Wukuf

Sumber : www.jawapos.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.